• News

  • Kesra

Kota Kupang Kebanjiran Siswa Baru

Ilustrasi penerimaan siswa baru (lampost.co)
Ilustrasi penerimaan siswa baru (lampost.co)

KUPANG, NETRALNEWS.COM - Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Jerhans Ledoh mengatakan hampir semua jenjang pendidikan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya SMP dan SMA tak sanggup membendung luapan banjir siswa baru, karena daya tampungnya terbatas.

"Untuk jenjang SMA, terjadi kelebihan siswa sekitar 2.412 orang, sedang SMP, baik negeri maupun swasta mengalami kelebihan sekitar 725 siswa," katanya kepada Antara di Kupang, Senin (18/7/2016), ketika ditanya soal fenomena penerimaan siswa baru dalam tahun ajaran 2016/2017.

Di sisi lain, kata Ledoh, jenjang pendidikan SMK malah terjadi kekurangan siswa baru dari kuota yang ditetapkan sebanyak 1.477 untuk 24 SMK yang ada di Kota Kupang.

"Apakah minat anak-anak untuk masuk ke SMK masih sangat rendah, saya sendiri juga tidak tahu. Namun, fenomena yang kami hadapi dalam penerimaan siswa baru dalam tahun ajaran 2016/2017 ini justru terjadi demikian," ujarnya.

Untuk mengatasi luapan banjir siswa baru tersebut, kata Ledoh, pemerintah Kota Kupang akan segera membangun dan menambah ruang kelas baru pada sejumlah sekolah negeri yang mengalami kelebihan siswa.

"Ini merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan oleh pemerintah agar semua anak mendapat pelayanan pendidikan yang setara dan sama untuk menatap masa depannya," kata Ledoh.

Pemerintah tidak bisa membiarkan anak-anak bangsa di daerah ini berhenti mengenyam pendidikan di setiap tingkatannya, hanya karena tidak diakomodir di satu sekolah yang ada.

Solusi jangka pendek yang dilakukan, adalah menambah jam pelajaran pada sore hari, agar siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran pada pagi hari karena terbatasanya ruang belajar, bisa mengikuti pelajaran pada sore hari.

"Langkah yang diambil pemerintah dengan menambah jam pelajaran pada sore hari itu juga untuk memberikan ruang yang cukup bagi para guru untuk menambah jam mengajarnya untuk mempercepat proses pemenuhan syarat mendapat sertifikasi," ujarnya.

Sementara untuk kepentingan jangka panjang, Pemerintah Kota Kupang akan membangun gedung sekolah baru dan menambah fasilitas ruang kelas untuk menampung para siswa yang belum terakomodasi, karena terbatasnya ruang belajar pada lembaga pendidikan tersebut.

Ada sejumlah sekolah favorit di Kota Kupang menjadi pilihan siswa baru, namun di sisi lain, ruang belajarnya malah tidak mencukupi untuk menampung luapan siswa tersebut.

"Ini sebuah dilema bagi pemerintah, karena tidak mungkin sekolah favorit tersebut menolak siswa yang sudah terseleksi masuk di lembaga pendidikan bersangkutan," ujarnya.

Langkah yang diambil adalah dengan membangun fasilitas sekolah baru atau menambah fasilitas ruangan belajar untuk menampung kelebihan siswa tersebut.

"Tindakan darurat yang diambil adalah menambah jam pelajaran pada sore hari untuk mengakomodasi para siswa yang belum kebagian pelajaran pada pagi hari," demikian Jerhans Ledoh.

Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : Antara