• News

  • Kesra

Padat Karya Tunai Tingkatkan Lapangan Kerja, Tekan Jumlah Urbanisasi 

Presiden Joko Widodo saat meninjau program Padat Karya di Nusa Tenggara Barat (NTB).
KSP
Presiden Joko Widodo saat meninjau program Padat Karya di Nusa Tenggara Barat (NTB).

JAKARTA, NNC - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengatakan, program padat karya tunai dari dana desa berdampak pada meningkatnya lapangan kerja di desa.  

Peluang lapangan kerja di desa juga dapat membantu mengurangi jumlah urbanisasi masyarakat desa ke kota. 

“Jadi, lapangan pekerjaan di perdesaan tersedia dengan baik. Sehingga saya yakin berpengaruh pada pengurangan jumlah urbanisasi,” ujar Anwar, Minggu (12/8/2018). 

Meskipun dia mengakui, belum ada survei keseluruhan untuk mengetahui besarnya dampak padat karya tunai dari dana desa dalam mengurangi angka urbanisasi. 

Indikatornya adalah terjadinya pengurangan mobilitas penduduk dari desa ke kota dan tenaga kerja informal menjadi sulit dicari. 

“Kita lihat sekarang sudah ada perubahan, yakni sulitnya mencari asisten rumah tangga, supir, dan lain-lain. Ini juga suatu indikator,” sambungnya.

Program prioritas dana desa tahun 2019, menurut Anwar, masih akan tetap menggunakan sistem padat karya tunai. 

Selain itu, dana desa tahun 2019 juga akan diarahkan untuk pengembangan ekonomi perdesaan, terutama terkait penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kita ingin ke depan, dana desa bisa menciptakan model pembangunan desa untuk dijadikan contoh pada desa lain,” paparnya. 

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Nazaruli