• News

  • Kesra

Pendidikan Baru Mengukur Perilaku Anak

Illustrasi. Anak-anak
Illustrasi. Anak-anak

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar psikologi dan perkembangan manusia Ihshan Gumilar mengatakan pendidikan di Tanah Air selama ini baru mengukur perilaku anak bukan bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar.

"Selama ini kalau kita bicara dalam konsep bahwa anak itu harus dididik dengan baik dan benar itu betul, tapi permasalahannya bagaimana caranya, itu yang sulit," ujar Ihshan dalam diskusi di Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Dia menjelaskan anak yang berasal dari satu sel telur yang sama saja, perkembangan psikologinya akan berbeda, apalagi dari sel telur yang berbeda.

"Pendidikan kita baru mengukur perilaku anak. Jadi dalam sistem pendidikan kita, perilaku anak itu dinilai, kalau kita dinilai maka sikap kita akan berbeda dengan ketika tidak dinilai. Ini mengindikasikan perilaku kita berubah, saat menjalani proses pendidikan," terang dia.

Padahal, kata dia, idealnya pendidikan tersebut harus berdasarkan perkembangan otak anak karena otak merupakan elemen yang paling penting dalam tubuh, tapi masalahnya manusia tidak pernah melihat langsung otaknya.

"Otak yang mengatur seluruh perilaku otak, sekecil apapun informasi pasti diproses oleh otak," kata dia.

Otak manusia terus berkembang hingga akhir hayat. Dengan program pendidikan anak yang baik, bisa mengarahkan anak menjadi lebih baik. Menurut dia, selalu ada harapan untuk mengubah karakter manusia.

"Pendidikan seharusnya juga mengasah kemampuan kognitif, emosi dan spritual," terang dia.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar mengatakan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini merupakan waktu yang paling baik untuk memperkenalkan prinsip sekolah ramah anak.

"Anak-anak dengan keterampilan sosial dan emosional yang kuat sejak kecil, maka pengembangan keterampilan kognitif saat besarnya akan lebih baik. Intervensi pada usia dini sangat diperlukan," kata Harris.

Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : Antara