• News

  • Kesra

KPAI Dorong Pemerintah Penuhi Hak Anak Korban Penderita HIV/AIDS yang Diusir ke Hutan

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti.
Istimewa
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti.

JAKARTA, NNC - Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) penuhi hak anak korban penderita HIV/ AIDS yang diusir ke hutan. 

Pernyataan ini disampaikan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyusul adanya tiga orang anak dari Kabupaten Samosir yang diduga HIV/ AIDS akibat tertular dari orang tua. Ketiga anak itu adalah H (11), SA (10) dan S (7), lantas diusir dari desa ke hutan. 

" KPAI mendorong Kemendikbud, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir, dan masyarakat untuk melindungi serta memenuhi hak-hak dasar ketiga anak korban penderita HIV. Hal ini sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak," kata Retno, Kamis (25/10/2018).

Adapun rincian pasal dalam UU adalah sebagai berikut :

Pasal 9 (1)  Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakat. 

Pasal 9.1.a. Setiap Anak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dan kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain. 

Pasal 59.g. Pemerintah, Pemerintah Daerah dan lembaga Negara lainnya berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan Perlindungan Khusus kepada Anak (Anak Dengan HIV/ AIDS

Pasal 67.C. Perlindungan khusus Anak dengan HIV/ AIDS sebagaimana dimaksud dalam pasal 59 ayat (2) huruf g dilakukan melalui upaya pengawasan, pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi. 

Pasal 76A. Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak.

Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76A dipidana dengan pidana penjara dan serta denda.

Bagi KPAI, menempatkan anak di hutan dan mengeluarkan dari sekolah merupakan bentuk kekerasan terhadap anak. Hal tersebut akan berdampak berat pada psikologis dan berdampak pada kondisi kesehatan ketiga anak korban. 

"Untuk itu, KPAI mendorong dan meminta negara harus hadir dan segera  memenuhi semua hak-hak ketiga anak korban deni kepentingan terbaik bagi anak," tegas Retno.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian