• News

  • Kesra

Lentera Anak Heran Rokok Diperlakukan Berbeda dengan Alkohol

Ilustrasi perokok.
Live Strong
Ilustrasi perokok.

DEPOK, NNC - Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari terheran, rokok diperlakukan berbeda dengan alkohol. Padahal menurutnya rokok dan alkohol "satu keranjang", arti aproduk yang sama-sama harus dikendalikan. 

Dibandingkan Lisda, produk alkohol tidak ada iklan, harganya mahal dan dijual dengan tidak sembarangan. Berbeda dengan rokok, produknya diiklankan di berbagai media, dijual murah bahkan menyasar anak-anak dengan dijual per batang.

"Rokok bukan produk normal dan disebut dalam Undang-undang (UU) Cukai, harus dikendalikan karena mengandung zak asiktif dan berdampak negatif. Rokok juga harus diawasi, tapi rokok diperlakukan berbeda dengan alkohol," kata Lisda dalam Diskusi Publik Membongkar Strategi Industri Rokok Membidik Anak dan Kaum Muda di Kampus UI, Depok, Senin (12/11/2018).

Dikatakan Lisda, rokok disebut sebagai global epidemi dalam dunia global. Pasalnya pada 2016, sebanyak Rp 5,5 Triliun batang rokok berhasil dijual di seluruh dunia. Namun pada 2030, diperkirakan ada sebanyak 175 juta kematian terjadi akibat rokok.

Di Indonesia sendiri, ada sebanyak 240.618 orang yang meninggal akibat rokok tiap tahun. Angka ini setara dengan kematian sebanyak 659 orang per harinya menurut data pada 2013. 

"Indonesia juga target, 524 Miliar batang rokok pada 2020. Keadaan ini membuat Indonesia menduduki peringkat ketiga konsumsi rokok terbanyak setelah Tiongkok dan India, atau sebanyak 76 persennya adalah pe rokok aktif," jelas Lisda.

Lebih lanjut Lisda jelaskan bahwa World Health Organization (WHO) juga telah keluarkan program MPOWER. 

M adalah Monitoring penggunaan tembakau dan kebijakan pengendaliannya. P adalah perlindungan dari asap rokok, O adalah optimalkan dukungan berhenti me rokok, W adalah waspadakan masyarakat akan bahaya tembakau. Selain itu adalah E, yakni eliminasi iklan, promosi dan sponsor produk tembakau serta R, yakni raih kenaikan cukai tembakau.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian