• News

  • Kesra

Izinkan Iklan Rokok di Stasiun Ini, YLKI Desak Menhub Tegur Keras PT KAI

Stasiun KA Tawang Semarang
nurudinjauhari.net
Stasiun KA Tawang Semarang

JAKARTA, NNC - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak manajemen PT KAI segera mencopot dan menghentikan pemasangan iklan rokok di stasiun. Desakan ini disampaikan Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi karena bertentangan dengan berbagai regulasi yang ada.

PT KAI dinilai telah melanggar UU Kesehatan, PP Nomor 109/2012, berbagai Perda/Pergub/Perwali tentang KTR. Bahwa area KTR (stasiun) dilarang sebagai tempat promosi/iklan/sponsorship produk rokok.

Sehingga YLKI harap, manajemen PT KAI agar fokus pada peningkatan dan pembenahan pelayanan pada konsumen.

"YLKI mendesak manajemen PT KAI untuk mencari pendapatan di luar tiket, dengan cara-cara yang lebih elegan. Menurut YLKI, pemasangan iklan rokok di stasiun menandakan manajemen PT KAI hanya berfikir secara instan dan tidak kreatif," kata Tulus, Jumat (16/11/2018).

YLKI mendesak pula manajemen PT KAI untuk segera membatalkan MoU dengan industri rokok terkait kerja sama pemasangan iklan rokok. YLKI meminta dikembalikannya area stasiun sebagai area publik yang ramah anak, bukan malah sebaliknya.

YLKI juga mendesak kepada Dewan Komisaris PT KAI, Ditjen KA Kemenhub dan Menteri Perhubungan sebagai regulator, agar segera memberikan "kartu merah" pada managemen PT KAI atas pelanggaran tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Tulus, karena menurut hasil monitoring YLKI dan jaringannya, iklan rokok banyak ditemukan di berbagai stasiun di daerah.

Stasiun daerah dimaksud, diantaranya stasiun Yogyakarta (Tugu dan Lempuyangan), Stasiun Semut dan Gubeng di Surabaya, Stasiun Solo Balapan di Solo, Stasiun Purwokerto, dan Stasiun Tawang Semarang.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P