• News

  • Kesra

Besuk TKI yang Lumpuh di Taiwan, Titiek: Saya Mohon BNP2TKI Segera Bertindak

Titiek Soeharto, membesuk TKI, Shinta Danuar, yang sudah 4 tahun terbaring lumpuh di Rumah Sakit H-ping, Hsinchu City, Taiwan
Istimewa
Titiek Soeharto, membesuk TKI, Shinta Danuar, yang sudah 4 tahun terbaring lumpuh di Rumah Sakit H-ping, Hsinchu City, Taiwan

JAKARTA, NNC - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Titiek Soeharto, membesuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Shinta Danuar, yang sudah 4 tahun terbaring lumpuh di Rumah Sakit H-ping, Hsinchu City, Taiwan.

Didampingi Koordinator Forum Aspirasi Rakyat, Lieus Sungkharisma, dan pejabat Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan, Titiek sempat berbincang dengan Shinta dan ibunya Suryati yang sudah lebih dulu berada di Taiwan sejak Jumat (16/11/2018).

"Sabar ya nak. Kuatkan hatimu. Semoga bisa cepat pulang ya nak," ujar Titiek sembari mengelus dahi dan memegang tangan Shinta yang terbaring tak berdaya di Rumah Sakit H-ping, Minggu (18/11/2018). 

Shinta yang diperlakukan demikian, membalas dengan senyuman dan menyampaikan ucapan terimakasih. 

Selain berbincang dengan Shinta dan Suryati, Titik juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah berusaha untuk memulangkan Shinta ke tanah air.

"Kami sedang mengusahakan agar Shinta bisa kembali pulang ke Jakarta, dan bisa bertemu dengan anak dan keluarganya," ujarnya.

Putri Presiden ke-2 Soeharto itu berharap agar pemerintah, khususnya Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), bisa segera memulangkan Shinta ke kampung halamannya.

"Empat tahun ini, Shinta terbaring tak berdaya di Taiwan. Saya mohon,  BNP2TKI segera bertindak dan membantu kepulangan Shinta ke Indonesia. Siapa tau, dengan bertemu anak dan keluarganya bisa mempercepat kesembuhannya," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Lieus Sungkharisma menyebut, kedatangan Titiek ke Taiwan adalah salah bentuk kepeduliannya terhadap para tenaga kerja migran Indonesia. 

"Mbak Titiek sengaja datang untuk melihat langsung kondisi Shinta dan mencarikan jalan keluar bagi mengatasi penderitaan yang selama ini dialami Shinta," ujar Lieus.  

Ditambahkan Lieus, jika tidak ada aral melintang, Senin (18/11/2018) besok, atau selambatnya Selasa, Shinta sudah bisa dibawa pulang ke Indonesia dan langsung menjalani perawatan di rumahsakit. 

"Dengan perawatan di Indonesia, paling tidak dia bisa dekat dengan keluarga dan anaknya," kata Lieus yang juga Pelaksana Harian Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi.

Sementara itu, pejabat KDEI Taiwan yang mendampingi Titiek, Siswadi mengatakan, selama ini KDEI terus memantau dan mendampingi Shinta selama menjalani perawatannya. 

"Kita terus memantau perkembangan Shinta. Allhamdulillah, kondisinya kini semakin baik. Mudah-mudahan tak lama lagi dia bisa segera pulang ke Indonesia," ujar Siswadi.

Shinta Danuar merupakan TKI atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Taiwan sejak 13 Maret 2014 sebagai caregiver (penjaga orang sakit). Namun, sejak 31 Desember 2014 lalu, Shinta mengalami kelumpuhan diakibatkan oleh virus di sistem saraf tulang belakang.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli