• News

  • Kesra

Antisipasi Dampak Bencana, Kemensos Bentuk KSB Kota Mataram

 Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat kunjungi KSB Mataram.
Kemensos
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat kunjungi KSB Mataram.

MATARAM, NNC - Kementerian Sosial (Kemensos) memfasilitasi terbentuknya Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Lokasi ini merupakan KSB ke 635 di Indonesia dan KSB kedua yang dibentuk Kemensos di Kota Mataram, sebelumnya di kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya.

Dalam sambutan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat menjelaskan dipilihnya kota Mataram sebagai KSB karena kota ini termasuk daerah yang rawan bencana karena wilayah NTB masuk jalur cincin api yang rawan terjadi gempa bumi.

Data Pemkot Mataram mencatat akibat gempa bumi beberapa bulan lalu sebanyak 13.000 lebih rumah mengalami kerusakan dan 2.000 rusak berat di kota ini.

"Kenapa dipilih kota ini sebagai Kampung Siaga Bencana, karena daerah ini merupakan kawasan yang rawan terjadi gempa. Pembentukan KSB ini ditujukan untuk mengurangi dampak bencana sekaligus sebagai bagian dari mitigasi bencana," kata Harry, seperti keterangan tertulis yang NNC terima, Selasa (20/11/2018).

Dalam pendirian KSB, dikatakan Harry melibatkan semua pihak Pemda, TNI, Polri, BPBD dan seluruh pilar-pilar sosial termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) karena sebagian warga yang terdampak bencana adalah Keluarga Penerima Manfaat bantuan PKH.

"Kebersamaan seluruh unsur sangat dibutuhkan dalam mengatasi bencana. Jika terjadi bencana Pendamping PKH dan TAGANA 1 jam harus sudah dilokasi. Saat terjadi bencana ada penerima manfaat PKH ada yang jadi korban bencana. Sehingga mereka juga harus sadar dan paham penanggulangan bencana," pungkasnya.

Dalam kesempatan ini anggota Komisi VIII DPR Rachmat Hidayat dikukuhkan menjadi pembina Taruna Siaga Bencana Nasional. Pembina TAGANA Nasional bertugas memberikan dukungan penuh kepada kebencanaan termasuk dukungan anggaran penanggulangan bencana di Indonesia.

Rachmat mengaku senang menjadi pembina kehormatan karena membuat jiwanya semakin bersemangat untuk mengatasi bencana. Untuk itu, dia siap mendukung anggaran bencana.

Rachmat juga mengingatkan kepada walikota Mataram agar juga mendukung anggaran operasional TAGANA dan penanggulangan kemiskinan.

Ditampat yang sama, Walikota Matarama Ahyar Abduh mengaku gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting bagi masyarakat.

"Gempa bumi yang lalu memang pusatnya bukan di Kota Mataram. Namun dampaknya kita rasakan. Perlu kerjasama semua unsur untuk meminimalisasi korban," tegas Ahyar.

Ahyar menegaskan apel siaga bencana yang dilakukan ini merupakan bentuk kesiapan menghadapi cuaca ekstrim yang dapat menimbulkan berbagai bencana seperti gelombang laut tinggi dan tanah longsor dapat melanda kota Mataram. "Cuaca Ekstrim harus bisa diantisipasi agar tidak ada korban yang lebih besar," kata Ahyar.

Ahyar juga berterima kasih kepada Kemensos RI yang telah menyiapkan TAGANA dan memberikan bantuan Program Keluarga Harapan kepada warga Mataram

Harry menambahkan lahirnya TAGANA ini merupakan kesadaran masyarakat dalam membantu korban yang bencana paska tsunami Aceh tahun 2004 lalu.

"Gagasan membentuk TAGANA waktu itu terus bergulir hingga saat ini  jumlah TAGANA 37 ribu," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Dirjen Pelindungan dan Jaminan Sosial juga meninjau hunian sementara korban gempa yang dibangun BUMN di kota Mataram, sekaligus mengecek langsung verifikasi dan validasi data calon penerima jaminan hidup.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P