• News

  • Kesra

Kemendes PDTT-Kemen PPPA Kerjasama Percepat Pengarusutamaan Gender

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo dan Menteri PPPA Yohana Yembise
dok.Istimewa
Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo dan Menteri PPPA Yohana Yembise

TANGERANG, NETRALNEWS.COM - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) membuat kesepakatan bersama tentang percepatan Pengarusutamaan Gender (PUG), PPPA dalam pembangunan di desa, daerah tertinggal dan transmigrasi.

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo menyampaikan, salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah adanya permasalahan kemiskinan dan pendidikan. Sehingga, pemerintah terus berupaya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan pendidikan agar tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak akan sangat kecil.

"Kalau kita bicara kekerasan terhadap perempuan dan anak, itu problemnya adalah kemiskinan dan pendidikan. Kalau didaerah yang tingkat kemiskinannya kecil dan tingkat pendidikannya baik, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak itu akan sangat kecil," kata Menteri Eko.

Pernyataan tersebut disampaikan saat sambutan dalam rakornas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di BSD, Tangerang, Banten, seperti dalam keterangan tertulis, Rabu (24/4/2019).

Kesepakatan bersama ini ditandatangani oleh Menteri PPPA Yohana Yembise dan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo saat kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.

Oleh karena itu, untuk mengatasi kemiskinan tersebut, Presiden Joko Widodo pada 2015 mulai menggelontorkan dana desa yang hingga tahun 2019 telah mencapai sebesar Rp 257 triliun.

Dana desa menurutnya sangat bermanfaat juga bagi pemberdayaan perempuan dan menumbuh kembangkan anak-anak untuk menjadi lebih baik dan berpendidikan.

"Dana desa yang telah digelontorkan telah banyak dimanfaatkan untuk pembangunan didesa-desa. pembangunan tersebut lebih banyak kaitannya dengan perempuan dan anak-anak," katanya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya