• News

  • Kesra

Kemendes PDTT: Potensi Desa di Daerah Tertinggal Besar

 Workshop Pengembangan Destinasi Pariwisata di Lombok, NTB Rabu (15/5/2019)
Humas Kemendes
Workshop Pengembangan Destinasi Pariwisata di Lombok, NTB Rabu (15/5/2019)

LOMBOK, NETRALNEWS.COM - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo mengatakan, potensi desa-desa di daerah tertinggal cukup besar. Potensi ini ada baik pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, termasuk pada sektor pariwisata.

Berdasarkan data Potensi Desa 2018 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 3.576 objek wisata di Daerah Tertinggal atau sekitar 19,35 persen dari total objek wisata perdesaan di Indonesia.

"Destinasi-destinasi yang terdiri dari destinasi alam, budaya, minat khusus, dan buatan ini siap berpotensi besar untuk dikembangkan," kata Samsul Widodo, seperti dalam keterangan tertulis yang Netralnews terima, Kamis (16/5/2019).

Pernyataan ini disampaikan Samsul saat menghadiri Workshop Pengembangan Destinasi Pariwisata di Lombok, NTB pada Rabu (15/5/2019).

Workshop dihadiri oleh jajaran perangkat daerah Pemprov NTB terkait dan para penggiat pariwisata berdiskusi mengenai pengembangan pariwisata di daerah tertinggal secara digital.

Samsul menjelaskan bahwa upaya percepatan pembangunan pariwisata di daerah tertinggal perlu dilakukan secara inovatif. Saat ini perkembangan digital di Indonesia menjadi salah satu yang tercepat dan berangsur-angsur masuk dalam semua lini kehidupan. Apalagi, Penetrasi digital di Indonesia juga telah memasuki wilayah perdesaan, termasuk yang berstatus daerah tertinggal.

"Tahun 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika menjanjikan bahwa seluruh desa di pelosok Indonesia sudah akan menikmati jaringan internet. Hal ini perlu dimanfaatkan termasuk dalam pengembangan pariwisata di daerah tertinggal," kata Samsul.

Lebih lanjut Samsul mengatakan bahwa platform digital pada sektor pariwisata dapat dimanfaatkan untuk promosi destinasi pariwisata di daerah tertinggal dengan cakupan yang lebih luas, sehingga dapat menjangkau wisatawan global yang terus meningkat.

"Dengan berkolaborasi bersama para pegiat startup pariwisata, promosi pariwisata di daerah tertinggal dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan efisien," kata Samsul.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli