• News

  • Kesra

Masyarakat Indonesia Alami Disorientasi Nilai

Budayawab Mudji Sutrisno SJ
Foto:news.indonesiakreatif.net/
Budayawab Mudji Sutrisno SJ

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Masyarakat Indonesia mengalami disorientasi nilai saat itu. Hal itulah yang menjadi sumber kegaduhan dalam semua aspek hidup masyarakat belakangan ini. 

Budayawan Mudji Sutrisno SJ mengatakan kepada Netralnews.com, Rabu malam (16/3/2016), disorientasi nilai telah berlangsung sejak sepuluh tahun silam dan terus berlangsung sampai sekarang.

“Kegaduhan yang kita alami sekarang seperti kepala daerah terlibat narkoba,  makin banyak pejabat yang ditangkap karena melakukan tindak korupsi, hilangnya figur keteladanan dalam masyarakat mencerminkan disorientasi nilai,” ujar dosen STF Drijarkakara dan UI itu. 

Mudji mengemukakan, saat ini antara kata dan perbuatan dari para pemimpin sering tidak sejalan. Yang indah, benar, bernilai tersingkir dari kehidupan masyarakat.

Kenapa itu sampai terjadi? Budayawan itu mengatakan, “Selama 30 tahun lebih pada masa Orde Baru, kita hanya didorong untuk mencari uang, mencari yang sifatnya hanya fisik.  Nilai kemanusiaan dikerdilkan.”

Keadaan makin parah karena hasrat banyak orang saat ini memiliki (having) makin kuat. Dalam upaya memiliki orang tidak lagi bicara etika, malah menggunakan gaya Machiavelli. 

“Padahal dalam hidup ini yang penting adalah proses. Bukan having, tetapi being. Sekarang kita lupa jadi being, lupa untuk menjadi. Orang yang ditangkap sebagai tersangka korupsi tampak baik-baik. Mereka melakukan tindak korupsi karena ada hasrat untuk memiliki luar biasa, tidak lagi mementingkan proses,” tegas Mudji. 

Karena kehilangan orientasi nilai, negara kita terus gaduh. Akibatnya, “kita merasa capek bernegara,” katanya. Budayawan ini berpendapat jalan kebudayaan dan pendidikan dapat membawa bangsa ini keluar dari disorientasi nilai.

 

Editor : Willy Hangguman