• News

  • Kesra

Naik Ojek Jadi Pengalaman Pertama Quraish Shihab, Ini Komentar Menag

Naik ojek jai pengalaman pertama Quraish Shihab saat ke Kemenag.
Twitter Menag
Naik ojek jai pengalaman pertama Quraish Shihab saat ke Kemenag.

JAKARTA, NETRALNEWA.COM - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, demi hadiri acara Halal Bihalal Kementerian Agama (Kemenag) di kantor MH Thamrin pada 14 Juni 2019 lalu, Cendekiawan Muslim Muhammad Quraish Shihab rela naik ojek. Armada yang digunakan oleh Quraish Shihab adalah Ojek Online (ojol) Grab.

Diketahui, Quraish Shihab naik ojol dari Masjid Istiqlal Jakarta yang terletak di bilangan Pasar Baru, menyusuri lalu lintas yang tengah macet.

"Guru kita Pak @quraishihab rela naik ojek dari Masjid Istiqlal karena lalu lintas yg amat macet.

Cinta beliau pada @Kemenag_RI ditunjukkan dg teladannya," cuit Menag Lukman di akun resmi media sosial Twitternya, @lukmansaifuddin yang dikutip Netralnews, Minggu (16/6/2019).

Menag mengaku, beberapa saat dirinya tercengang melihat Quraish Shihab yang kesulitan turun dari goncengan motor. Menteri Lukman juga mengaku, setelah itu Quraish Shihab berbisik pada dirinya dan Menag lantas merasa terharu.

"Saya tercengang menyaksikan beliau yg tak mudah turun dari goncengan motor.

Belakangan beliau berbisik ke saya: "Tadi itu pengalaman pertama saya naik ojek."

Amat terharu..," kata Menag.

Menag mengatakan, semua keluarga besar Kemenag mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi setinggi-tingginya pada Quraish Shihab. Menurut Lukman, upaya naik ojol ke Kemenag merupakan bentuk cinta dengan Kemenag. "Betapa cintanya beliau dengan Kementerian Agama tidak perlu kata-kata, tapi ditunjukkannya langsung," sambung dia.

Pada kesempatan halal bihalal tersebut, Quraish Shihab mengaku bergembira dan juga berbangga karena mendapatkan pengalaman yang luar biasa hari itu. Kata dia, ada pengalaman yang baru pertama kali dia lakukan, yaitu naik ojek.

Menag Lukman selanjutnya meminta Prof Quraish Shihab untuk berbagi ilmu, khususnya terkait dengan tema halal bi halal di Kemenag, "Apa dan Mengapa Moderasi Beragama?".

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani