• News

  • Kesra

Sebanyak 20 Ribu Korban PHK Peserta BPJS TK Akan Diberikan Pelatihan

Ilustrasi pencari kerja
Istimewa
Ilustrasi pencari kerja

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Dirjen Binalattas) Kementerian Tenaga Kerja, Bambang Satrio Lelono mengatakan tahun ini akan menerapkan program percontohan pelatihan 20 ribu tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) menggunakan dana operasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK).

"Para peserta tersebut adalah anggota BPJS TK yang terkena PHK dan pelatihan dapat dilakukan di Balai Latihan Kerja, Lembaga Pendidikan Kejuruan swasta dan Training Center Industri yang telah bermitra dengan BPJS Ketenagakerjaan," ujar Bambang di Jakarta, Selasa, (16/7/2019).

Dia mengatakan para pekerja yang terkena PHK itu akan mendapatkan pelatihan agar siap meraih pekerjaan berikutnya atau masuk ke sektor informal.

"Program percontohan tersebut dapat diteruskan dan diperluas jika efeknya positif, terutama bagi para pekerja yang terkena PHK," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan angka pekerja anggota BPJS Ketenagakerjaan yang di-PHK cukup banyak. Mereka biasanya mengklaim nilai manfaat dari premi BPJS Ketenagakerjaan.

Baru-baru ini BPJS Ketenagakerjaan membayar klaim sebesar Rp9 triliun dari iuran yang berhasil dipungut sebesar Rp26 triliun pada 2018. Dengan kata lain, BPJS Ketenagakerjaan membayar 34,61 persen dari total nilai iuran.

Melihat hal itu, dia mengatakan BPJS Ketenagakerjaan memprogramkan agar ada pelatihan bagi pekerja di-PHK. Saat ini, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 30,5 juta jiwa. Jumlah tersebut ditargetkan mencapai 34,5 juta di akhir 2019.

Editor : Nazaruli