• News

  • Kesra

KPAI Klaim Beasiswa Djarum Foundation Mengeksploitasi Anak

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty.
KPAI
Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kegiatan audisi beasiswa bulutangkis yang dilakukan oleh Djarum Foundation pada hari minggu 28 Juli 2019 di GOR KONI Bandung, dinilai sebagai sebuah bentuk kegiatan eksploitasi anak secara terselubung oleh Industri rokok.

Demikian dikatakan oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Kesehatan dan NAPZA, Sitti Hikmawatty.

Menurut Hikmah, pihaknya sudah pernah memanggil pihak Djarum Foundation terkait hal ini. Dalam kesempatan pertemuan tersebut juga dijelaskan pengertian eksploitasi anak yang terkandung pada kegiatan audisi beasiswa.

Pihak Djarum memang menolak dikatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk eksploitasi, namun tentu saja patokan eksploitasi ini harus kembali merujuk pada undang-undang ataupun payung hukum yang ada di Indonesia, bukan atas persepsi pihak tertentu.

"Semula kami berharap bahwa sudah terjadi kesepemahaman dengan pihak Djarum Foundation untuk tidak lagi mengadakan kegiatan serupa ini, namun ternyata prediksi ini salah," kata Hikmah, seperti dalam keterangan tertulisnya pada Netralnews, Senin (29/7/2019).

KPAI lantas sesalkan, pihak Djarum tetap menyelenggarakan kegiatan audisi bahkan dengan tetap menggunakan format yang sama, tanpa perubahan seperti yang sudah di sampaikan dalam diskusi dengan KPAI.

"Kami sangat menyesalkan kejadian ini, bahwa masih adanya pihak-pihak yang melakukan eksploitasi pada anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan.

Untuk itu KPAI meminta agar Djarum Foundation Menghentikan agenda kegiatan audisi yang masih akan dilakukan di beberapa kota lagi," tegas Hikmah.

Sebelumnya, Lentera Anak Indonesia menyampaikan hal senada. Ditegaskan pemanfaatan tubuh anak sebagai media promosi merupakan salah satu bentuk eksploitasi secara ekonomi Pasal 66 UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014.

Pasalnya ada pihak Iain yang akan mendapatkan keuntungan melalui promosi tersebut yaitu meningkatnya kesadaran terhadap brand produknya. Sementara itu, anak-anak tidak menyadarinya dan mengikuti audisi hanya untuk mengembangkan dirinya sebagai atlet bulutangkis.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani