• News

  • Kesra

Ini Cara Ajarkan Makna Kurban Kepada Anak Menurut KPAI

Ketua KPAI, Susanto.
NNC/Martina Rosa
Ketua KPAI, Susanto.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, Idul Adha merupakan momentum menstimulasi karakter kaselahan sosial bagi anak. Saat kurban tiba, anak di berbagai lokasi masjid sering kali, merasakan keseruan saat melihat hewan kurban akan disembelih.

Meskipun sebagian anak ada tak siap saat melihat hewan kurban disembelih. Namun demikian, keseruan ini penting disisipkan pendidikan karakter kepada anak agar anak mampu menangkap makna yang dalam dari prosesi kurban.

Susanto lantas memberikan tips yang perlu diperhatikan orang tua, seperti dalam keterangan tertulis yang Netralnews terima, Minggu (11/8/2019).

Susanto imbau orang tua menceritakan kepada anak tentang sejarah kurban, agar anak mengetahui akar sejarah berikut nilai positifnya.

Ajak pula ada Salat Idul Adha. Mengajak anak dengan Salat Idul Adha, tak hanya mendidik anak agar taat beribadah, namun anak bisa mengenal akan rangkaian Idul Adha.

"Janngan juga paksa anak. Jika anak tidak mau ikut Salat Idul Adha, jangan paksa mereka. Sepanjang stimulasi terus dilakukan orang tua kepada anak dengan teknik yang baik, pada saatnya dia akan tumbuh kenyamanan untuk menjalankan Salat Idul Adha," kata Susanto.

Susanto juga pesan orang tua menumbuhkan anak akan pentingnya budaya hormat dan patuh. Saat Ibrahim diperintah oleh Allah SWT utk mengurbankan anaknya, Nabi Ismail pun menunjukkan sikap hormat kepada orang tua dan patuh atas perintah Allah.

Menurutnya, budaya hormat harus dididik kepada anak seiring kompleksitas tantangan perkembangan anak dewasa ini. Apalagi ajaran agama, budaya indonesia dan ketentuan Undang-undang (UU) 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menegaskan bahwa hormat kepada orang tua dan guru merupakan kewajiban.

"Jelaskan bahwa Qurban selain menjalankan perintah Allah juga mengajarkan untuk berbagi kepada orang yg tidak mampu. Dengan demikian, kurban mengajarkan kepekaan sosial dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan," pesan Susanto.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P