• News

  • Kesra

Mendes PDTT: Kembangkan Wisata di Daerah Transmigrasi

Mendes PDTT: Kembangkan iswata di daerah transmigrasi.
Kemendes
Mendes PDTT: Kembangkan iswata di daerah transmigrasi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menyampaikan bahwa kawasan transmigrasi akan terus semakin berkembang. Eko lantas meminta agar daerah-daerah transmigrasi bisa mengembangkan sektor pariwisata.

Dicontohkan Eko, setiap akhir pekan bisa dibuat acara seperti mancing bersama, api unggun, bakar ikan, dan lain-lain untuk membawa wisatawan-wisatawan ke daerah transmigrasi. Selain itu, bisa juga disedikan homestay-homestay untuk menarik para wisatawan.

"Mengenai masih adanya kesenjangan antara masyarakat pendatang dan lokal, prioritaskan transmigran lokal sehingga masyarakat lokal mempunyai kesempatan mempunyai ekonomi yang baik dan kepemilikan tanah," kata Eko, baru-baru ini di Jakarta.

Imbauan ini disampaikan Eko karena pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus mendorong pengembangan kawasan transmigrasi. Alhasil, keberadaannya telah mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru di Indonesia .

"Transmigrasi berhasil meningkatkan ekonomi para transmigran dan penduduk lokal. Selain itu juga berhasil memajukan wilayah tujuan transmigrasi," kata Eko.

Tidak hanya itu, bahkan sejumlah kawasan telah menjadi sumber produksi pangan nasional dan juga kawasan perkotaan baru. Apalagi menurutnya, bisnis model transmigrasi di masa lalu dan sekarang mengalami perubahan.

Dulu, masih banyak transmigran yang belum mendapatkan sertifikat tanah dan daerah belum banyak berkembang. Kini,
dengan dibantu oleh sejumlah kementerian terkait dan swasta sudah mengalami perubahan.

Dipaparkan Eko, selama 3 tahun terakhir ini saja pihaknya telah melakukan revitalisasi daerah-daerah transmigrasi dan memberikan kesempatan lebih kepada transmigran lokal untuk mengurangi kesenjangan dan dikaitkan dengan stakeholder lainnya seperti dunia usaha dan perbankan.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani