• News

  • Kesra

Mendes PDTT: Akan Ada Pembangunan Infrastruktur yang Masif di Daerah Transmigrasi

Mendes PDTT  Eko Putro Sandjojo.
Kemendes
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan, pemerintah saat ini memiliki perhatian besar terhadap konektivitas antar kawasan, termasuk kawasan transmigrasi.

Menurut Eko, hal tersebut dilakukan bertujuan untuk dapat menekan biaya produksi, sehingga pendapatan para petani akan lebih meningkat.

"Akan ada pembangunan infrastruktur yang masif di daerah transmigrasi. Dan dana desa akan dinaikan termasuk di daerah transmigrasi. Jangan takut masuk desa karena peluang ada di desa," ujar Eko, baru-baru ini di Jakarta.

Pernyataan ini disampaikan karrna lemerintah tengah gencar merevitalisasi kawasan transmigrasi yang ekonominya masih belum berkembang. Salah satu upaya tersebut adalah dengan membuka peluang investasi.

"Tahun lalu, investasi yang masuk di kawasan transmigrasi sebesar Rp17 Triliun," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, M Nurdin mengatakan, pengembangan kawasan transmigrasi dilakukan dengan melakukan sinergi antar lintas sektoral.

"Fokus ke depan, kita lakukan pengembangan kawasan transmigrasi dan pengembangan permukiman melalui program Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan), BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dan upaya membangun kemitraan dengan stakeholder," ujarnya.

Kemendes PDTT juga terus mendorong pengembangan kawasan transmigrasi. Alhasil, keberadaannya telah mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru di Indonesia .
"Transmigrasi berhasil meningkatkan ekonomi para transmigran dan penduduk lokal. Selain itu juga berhasil memajukan wilayah tujuan transmigrasi," kata Eko.

Tidak hanya itu, bahkan sejumlah kawasan telah menjadi sumber produksi pangan nasional dan juga kawasan perkotaan baru. Apalagi menurutnya, bisnis model transmigrasi di masa lalu dan sekarang mengalami perubahan.

Dulu, masih banyak transmigran juga yang belum mendapatkan sertifikat tanah dan daerah belum banyak berkembang. Kini,
dengan dibantu oleh sejumlah kementerian terkait dan swasta sudah mengalami perubahan.

"Selama 3 tahun terakhir ini saja Kemended PDTT telah melakukan revitalisasi daerah-daerah transmigrasi dan memberikan kesempatan lebih kepada transmigran lokal untuk mengurangi kesenjangan dan dikaitkan dengan stakeholder lainnya seperti dunia usaha dan perbankan," jelas dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani