• News

  • Kesra

33 Tahun Berdiri, YDGRK Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Ribuan Lokasi Bencana

Tutut Soeharto pada acara penyerahan bantuan 10 kapal untuk nelayan di Lampung korban tsunami tahun lalu.
cendananews.com
Tutut Soeharto pada acara penyerahan bantuan 10 kapal untuk nelayan di Lampung korban tsunami tahun lalu.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dua yayasan sosial yang didirikan Raden Ayu Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto yaitu, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) dan Yayasan Harapan Kita (YHK), tengah memasuki usia baru yaitu 33 tahun, dan 51 tahun.

Sekretaris Jenderal YDGRK Mohamad Yarman menjelaskan, Ibu Tien mendirikan yayasan ini dengan tujuan untuk berbagi kasih sayang dan perhatian nyata kepada keluarga-keluarga Indonesia tertimpa bencana. Bantuan dan dana yang terkumpul diperoleh masyarakat dan para pengusaha.

"Pengabdian besar ini turut dilaksanakan oleh putra-putri dan menantunya. Mbak Tutut, Indra Rukmana, Sigit, Titiek, Tommy, dan Mamiek Soeharto," kata Yarman dalam keterangannya, Minggu (25/8/2019).

Selain di dalam negeri, YDGRK juga pernah memberikan santunan untuk korban musibah di Saudi Arabia, korban perang Teluk Persia, dan lainnya. Yayasan ini juga kerap mengadakan berbagai pelatihan dan simulasi bencana untuk para relawan.

Saat ini, di bawah komando Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto, YDGRK berkomitmen melanjutkan bakti sosialnya. Selama 33 tahun berdiri, YDGRK telah menyalurkan bantuan sekitar Rp64 miliar.

YDGRK juga telah menyalurkan bantuan di 1.099 lokasi bencana, pada 899 kejadian bencana di 34 Provinsi di Indonesia serta beberapa titik bencana dunia.
 
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Yayasan Harapan Kita (YHK) Tb. Mohammad Sulaeman, tujuan pendirian YHK oleh Ibu Tien adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dalam arti seluas-luasnya. Kini, Yayasan Harapan Kita telah berusia 51 tahun.

Melalui yayasan ini didirikan Taman Mini Indonesia Indah, Museum Iptek, Museum Listrik, Perpustakaan Nasional di Jalan Salemba Raya, Taman Anggrek Indonesia Permai.

Kemudian, Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita didirikan lewat YHK untuk membantu tumbuh kembang anak-anak Indonesia dan menjadi pionir penggunaan teknologi kedokteran terbaru. Bayi tabung pertama di Indonesia lahir di rumah sakit ini.

Selanjutnya, dibangun pula RS Jantung Harapan Kita sebagai rumah sakit ini menjadi yang pertama melakukan bedah jantung terbuka di Indonesia dan operasi jantung berteknologi tinggi lainnya. Yayasan Harapan Kita saat ini juga dikelola oleh Tutut Soeharto

Sebagai informasi, Siti Hardiyanti Rukmana adalah wanita Indonesia yang memimpin langsung karya prestisius anak bangsa berupa pembangunan jalan layang tol pertama Indonesia antara Cawang-Tanjung Priok.

Ia kemudian memimpin pekerjaan kontraktor konstruksi swasta pertama Indonesia di Malaysia dan Filipina. Kegiatan bersifat teknis itu diimbanginya dengan ajang pencarian bakat penyanyi remaja hingga mengelola klub olahraga softball dan baseball, serta banyak kegiatan lain.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan.H.P