• News

  • Kesra

Yayasan Lentera Anak Apresiasi Audisi Beasiswa Bulutangkis di Purwokerto

 PB Djarum menyelenggarakan Audisi Beasiswa Bulutangkis 2019 tahap dua di kota Purwokerto.
Istimewa
PB Djarum menyelenggarakan Audisi Beasiswa Bulutangkis 2019 tahap dua di kota Purwokerto.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Yayasan Lentera Anak (YLA) menyampaikan apresiasi kepada PB Djarum sebagai penyelenggara Audisi Beasiswa Bulutangkis 2019 tahap dua di kota Purwokerto. Apresiasi disampaikan YLA karena telah menghilangkan brand image Djarum pada kaos yang diberikan anak-anak, meskipun masih dijumpai penggunaan brand image pada kaos panitia.

Menurut Ketua YLA Lisda Sundari, penghilangan brand image menjadi bukti bahwa PB Djarum sudah mai menegakkan peraturan Negara. Sebab, terkait dengan kegiatan Audisi Beasiswa Bulutangkis diadakan oleh perusahaan rokok yang berbahan baku tembakau, berlaku ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

"Pada PP tersebut, melarang penggunaan tulisan, warna dan brand image yang terasosiasi dengan rokok dalam bentuk apapun,” tegas Lisda seperti keterangan tertulisnya pada Netralnews, Selasa (10/9/2019).

Lisda menambahkan, sebenarnya jika Djarum mau patuh pada peraturan dan memang tulus ikhlas melakukan pembibitan olahraga, Djarum dapat terus melanjutkan kegiatan  dengan menghilangkan semua brand image Djarum di acara audisi. Terbukti, pada audisi di kota Purwokerto PB Djarum sudah menunjukkan niat baik untuk  menghilangkan brand image Djarum pada kaos yang diberikan anak-anak. 

“Jadi sekarang tergantung pada Djarum.  Apakah untuk selanjutnya Djarum akan mematuhi peraturan atau tidak," ujar Lisda.

Lisda sampaikan, pihaknya akan mendukung semua pihak yang ingin mengembangkan olahraga dengan tetap patuh terhadap upaya perlindungan anak dengan mengedapankan kepentingan terbaik bagi anak, dimana salah satunya tidak memaparkan brand image rokok kepada anak.

Lisda juga menegaskan, YLA tetap berkomitmen mendukung KPAI, KPPPA, BPOM, Kemenkes, Bappenas, Kemenko PMK, dan Kemenpora dalam menegakkan PP Nomor 109 tahun 2012 guna terus melindungi anak Indonesia dari bahaya rokok.

Sebelumnya, Lisda mendesak Djarum iklas memberikan beasiswa dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019. Lisda harap penyelenggaraan audisi beasiswa berjalan dengan netral dan tidak menjadikan anak sebagai brand image.

Desakan ini disampaikan Lisda, pasalnya terjadi pemanfaatan tubuh anak sebagai media promosi brand image produk tembakau tertentu. Promosi terjadi karena mengharuskan peserta mengenakan kaos dengan tulisan Djarum yang merupakan brand image produk zat adiktif yang berbahaya. 

"Kalau mau betul ikhlas beri beasiswa harusnya netral, tidak jadikan tubuh anak sebagai media promosi," tegas Lisda.

Untuk diketahui, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019 sendiri dilaksanakan dengan melibatkan anak-anak usia di bawah 11 dan 13 tahun. Audisi ini diselenggarakan di lima kota di Indonesia diantaranya Bandung (28-30 Juli), Purwokerto (8-10 September), Surabaya (20-22 Oktober), Solo (27-29 Oktober), dan Kudus (17-19 November).

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian