• News

  • Kesra

KPAI: Banyak Massa Pelajar Terluka dan Butuh Medis di Palmerah dan Pejompongan

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti
Edunews
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan, pihaknya malam ini (30/9/2019) akan terus melakukan pemantauan perkembangan aksi yang juga melibatkan para pelajar di DPR. 

Dari hasil pantauan melalui media massa, kondisi mulai memanas. Seusai maghrib, Retno mendapatkan informasi bahwa status sudah merah sehingga polisi melepaskan gas air mata.  

"Sekitar pukul 18.44 WIB, KPAI mendapatkan pengaduan warga bahwa di sekitar Palemerah dan Pejompongan banyak massa aksi pelajar dalam keadaan terluka dan membutuhkan bantuan medis serta ambulance. KPAI berusaha mengontak 112 dan 119 untuk meminta bantuan ambulance ke lokasi tersebut," kata Retno dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/9/2019).

Terkait perkembangan keadaan aksi  terkini, Retno akan melakukan pengawasan ke Rumah Sakit di sekitar Senayan dan Bendungan Hilir untuk pengawasan korban anak dalam aksi demo hari ini. 

Lebih lanjut disampaikan Retno, pelajar nampaknya tidak kehilangan akal, dengan berbagai cara tetap saja ada yang menuju gedung DPR, tempat aksi demo berlangsung. 

Padahal berbagai pihak, diantaranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kepala-Kepala Dinas Pendidikan, Kepala-kepala Sekolah, para wali kelas, dan para orang tua siswa sudah melakukan upaya antisipasi aksi pelajar pada 30 September 2019 ini.

Bahkan aparat kepolisian dan TNI di beberapa wilayah juga sudah berusaha mencegah anak-anak pelajar menuju Jakarta di berbagai stasiun maupun jalan raya, ditemukan pergerakan massa pelajar secara berkelompok menaiki kereta api, bus dan  truk.

Menurut Retno, imbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy tentang pencegahan keterlibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi kekerasan juga direspon baik oleh sejumlah besar kepala-kepala Dinas Pendidikan.

Respon disambut baik oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan  Provinsi Jawa Barat, bahkan sejumlah kepala Dinas Pendidikan kota/kabupaten juga, misalnya  Kepala Dinas pendidikan  kabupaten Ciamis. 

"Namun, para pelajar dari berbagai daerah di Jabodetabek, tetap saja berupaya menuju ke gedung DPR. Mereka mengenakan bawahan seragam, namun atasan dikenakan jaket atau sweater tanpa membawa tas, melainkan hanya gawai yang ada digenggaman," jelas Retno.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesma