• News

  • Kesra

BNPB: Rumah Daerah Bencana Harus Dibuat dengan Model "Bakancing"

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.
BNPB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Doni Monardo mengatakan, pemerintah menetapkan untuk rumah pada daerah bencana harus dibuat dengan model rumah bakancing atau berkancing.

Rumah model bakancing merupakan bentuk kearifan masyakarat setempat, dulu mereka menjadikan rumah tersebut sebagai bangunan pertahanan menghadapi gempa bumi.

"Dinding rumah ini terbuat dari anyaman bambu yang dilapisi semen. Bahan untuk pembangunan rumah didominasi bahan kayu," kata Doni. 

Pernyataan ini disampaikan Doni saat Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Seram Bagian Barat (SBB) memperpanjang status masa tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung 10 Oktober hingga 16 Oktober 2019 mendatang.

Saat kunjungan ke wilayah terdampak, Doni menyampaikan arahan terkait persiapan pemulihan pascagempa. Untuk rumah rusak akan dibantu oleh pemerintah.

Stimulan untuk rumah rusak berat sebesar Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, rusak ringan Rp 10 juta. Kondisi rumah rusak harus diverifikasi oleh tim kabupaten dan kota serta diverifikasi oleh tim provinsi dan Kementerian PUPR.

"Rumah atau bangunan yang berisiko tinggi terjadi bencana harus direlokasi ke wilayah yang lebih aman karena hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Spesifikasi rumah seperti ukuran, tipe, bahan, serta siapa yang berhak mendapatkan, dibentuk tim bersama Kemen PUPR," jelas Doni.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku per 9 Oktober 2019 sebanyak 39 jiwa meninggal, 1.578 luka-luka dan 170.900 jiwa mengungsi dari tiga daerah yang terdampak, antara lain Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

Dampak kerusakan ada sebanyak 6.355 unit total rumah rusak yang terdiri dari 1.273 unit rusak berat, 1.837 unit rusak sedang dan 3.245  unit rusak ringan disertai dengan 512 fasilitas umum dan sosial.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian