• News

  • Kesra

Anak Ikut Demo, Guru Besar UI: Tugas Parpol Beri Pendidikan Politik 

 Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Dra Valina Singka Subekti, MSi.
Netralnews/Martina Rosa
Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Dra Valina Singka Subekti, MSi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Dra Valina Singka Subekti, MSi angkat bicara terkait anak yang ikut terlibat dalam aksi demo. Menurutnya, diperlukan peran Partai Politik (Parpol) untuk memberikan pendidikan politik. 

Tidak hanya memberikan edukasi politik, parpol juga diklaim memiliki peran untuk menyelesaikan konflik di tengah masyarakat. Parpol juga diminta untuk responsif apabila ada masalah politik dalam masyarakat dan persoalan bisa diambil alih oleh partai. 

"Masyarakat perlu miliki hubungan emosional dengan Calon Legislatifnya (Caleg). Upaya mencegah (masalah politik), diperlukan peran partai dan anggota dewan di dapil masing-masing," jelas dia, saat konferensi pers di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Kedua, diperlukan pula peran dari aparat keamanan yang harus memberi pendekatan kemanusian dalam mengelola demonstran. "Jadi jangan pendekatan kekerasan," sambung dia yang baru saja dikukuhkan sebagai Guru besar UI. 

Saat pengukuhan, dia membawa pidato bertajuk “Sistem Pemilu dan Penguatan Presidensialisme Pasca Pemilu Serentak 2019".

"Jadi salah satu fungsi dari Parpol itu adalah pendidikan berpolitik di masyarakat. Terkaitan dengan Pemilu, bagaimana partai-partai memperkenalkan dan mempromosikan syarat-syaratnya di masyarakat," kata dia.

Dalam edukasi politik, diakui perlu juga pelibatakn stakeholder Pemilu. Ada pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan masyarakat sipil diantaranya Organisasi Masyarakat (Ormas), Lembaga Swadaya Masyatakat (LSM) hingga media.

"Beri pendidikan politik, khususnya pembelajaran tentang demokrasi supaya negara kita itu memahami, demo itu, harus demo yang beradab. Demo yang tidak merusak fasilitas umum dan damai agar kehidupan kita ini tentram dan damai," jelas dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian