• News

  • Kesra

Kemendes PDTT Bangun Sinergitas dengan Perguruan Tinggi dalam Bangun Desa

Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi, Rektor UGM Panut Mulyono, Rektor UPN Veteran Jawa Timur yang juga Wakil Ketua Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) Akhmad Fauzi, serta pengurus Forum Pertides
Humas Kemendes
Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi, Rektor UGM Panut Mulyono, Rektor UPN Veteran Jawa Timur yang juga Wakil Ketua Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) Akhmad Fauzi, serta pengurus Forum Pertides

YOGYAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono mengatakan bahwa pembangunan apabila tidak berfokus pada desa maka selamanya akan terjadi ketimpangan antara desa dan kota, jadi sangat tepat membangun dari pinggiran.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar saat membuka acara diskusi Forum Perguruan Tinggi untuk Desa Tahun 2019. Forum Pertides ini dinilai bagus karena ada sinergitas antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan Perguruan Tinggi dalam membangun desa.

"Bersama-sama antara Perguruan Tinggi dan Kemendes PDTT melakukan percepatan-percepatan demi kemajuan desa-desa. Mahasiswa belajar ke desa, kearifan lokal yang dimiliki desa, beri dorongan motivasi supaya masyarakat desa punya rasa optimistis dan berbuat untuk kesejahteraannya," kata Rektor UGM, di Hotel Grand Keisha Yogyakarta, Selasa  (15/10/2019).

Acara ini dihadiri oleh para Rektor, perwakilan Rektor, rekan Rektor Pertides, UKE I dan II Kemendes PDTT, Ketua dan perwakilan LPPM, Pokja.

Kata dia, desa memiliki potensi yang besar tapi harus dapat sentuhan dari orang-orang yang mendapat pendidikan yang baik. "Kita yakin forum ini sangat penting untuk memajukan desa-desa," sambung dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Forum Pertides yang juga Rektor Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Akhmad Fauzi mengatakan bahwa Pertides ini yang semula terdiri dari 11 Perguruan Tinggi, sekarang sudah ada 99 Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se- Indonesia.

Potensi Perguruan Tinggi salah satunya yaitu teknologi-teknologi yang dihasilkan. Dirinya berharap, bahwa dengan adanya teknologi tepat guna, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat desa karena bisa mengolah dan memproduksi sendiri. 

"Indikator dari kesejahteraan masyarakat yaitu perputaran uang yang ada di desa tidak cepat keluar. Produk-produk lokal bisa kita kembangkan maka perputaran uangnya menjadi lama di desa, tapi jika tidak ada aktivitas ekonomi, pasti uangnya akan keluar dari desa. Jadi, PR kita bersama bagaimana berdayakan masyarakat desa," ujarnya.

Dia menambahkan bagaimana kehadiran Kemendes PDTT menyentuh daerah-daerah yang belum terjangkau sebelumnya. Apalagi setelah ada bantuan dari dana desa.

"Perguruan Tinggi mengawal, memberikan pendidikan pada kepala desa untuk penggunaan dana desa. Masyarakat yang belum tersentuh bisa tersentuh," harap dia.

Sementara itu Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Bonivasius Prasetya Ichtiarto menjelaskan bahwa Forum Pertides tahun 2019 ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan program kerja dan sinergitas program antara Kemendes PDTT.

Melalui Forum Perguruan Tinggi untuk Desa, agar setiap unit eselon I di lingkungan Kemendes PDTT bersama mitra dari Forum Pertides bersinergi merumuskan rencana program dan timeline kegiatan tahun 2020 dalam rangka percepatan mewujudkan Desa Mandiri.

"Forum ini merupakan wadah sinergi akademisi untuk mendukung Kemendes PDTT dalam pembangunan desa dari pinggiran. Tujuannya yaitu untuk evaluasi atas apa saja yang sudah dilakukan dan program-program apa yang bisa dikerjasamakan lagi dengan Perguruan Tinggi kedepannya," pungkasnya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli