• News

  • Kesra

Kementerian PPA Bangun Kampung Ramah Anak Manokwari

Ilustrasi kampung ramah anak (sentananews.com)
Ilustrasi kampung ramah anak (sentananews.com)

MANOKWARI, NETRALNEWS.COM - Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) sedang membangun kampung ramah anak di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat, Napoleon Fakdawer di Manokwari, Selasa (27/9/2016) mengatakan Kementerian PPA akan menjadikan dua kampung di daerah tersebut sebagai proyek percontohan gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

"Dua kampung tersebut adalah Kampung Udapi Hilir Distrik Prafi dan Kampung Arowi II Distrik Manokwari Timur. Kader-kader PATBM sudah dibentuk di dua kampung tersebut," katanya.

Kader-kader PATBM, ujarnya menjelaskan, berasal dari kalangan masyarakat, LSM, aparatur pemerintah, tokoh perempuan dan tokoh pemuda setempat.

Menurutnya, dalam tiga bulan kedepan yakni antara Oktober hingga Desember mendatang akan dilaksanakan beberapa kegiatan, diantaranya kampanye berlian (bersama lindungi anak). Kampanye ini akan dilaksankan dua kali di dua tempat yang berbeda.

"Pada bulan Oktober tim dari Kementrian akan datang memonitoring persiapan di Manokwari. Intinya, Kementerian PPA ingin menjadikan Udapi Hilir dan Arowi II sebagai kampung berbasis anak," ujarnya lagi.

Napoleon menjelaskan program ini beruyapa untuk mengakhiri tiga hal, yakni kekerasan terhadap anak dan perempuan, kesenjangan ekonomi, serta trafiking atau perdagangan anak di Manokwari.

Dia mengungkapkan, angka kekerasan terhadap anak di Manokwari masih cukup tinggi, baik kekerasan biasa maupun kekerasan seksual. Kesenjangan ekonomi pun masih sangat mudah ditemui di daerah.

"Dalam beberapa razia yang dilakukan bupati Manokwari, masih juga ditemui anak-anak yang dipekerjakan sebagai wanita pemandu karauke. Rata-rata mereka masih berusia antara 14 hingga 15 tahun, namun di KTP usia mereka dibuat lebih tua," kata dia lagi.

Pada wawancara sebelumnya, Napoleon menjelaskan bahwa anak-anak dibawah umur terutama perempuan sangat rentan terlibat dalam praktik-praktik menyimpang. Kasus yang ia temukan di daerah tersebut, belasan anak perempuan terlibat dalam prostitusi liar.

"Mereka menjajakan diri dengan harga yang sangat murah. Kondisi ini memprihatinkan dan membutuhkan perhatian semua pemangku kepentingan. Mereka harus segera dientaskan dari situasi yang mereka hadapi," katanya.

 

Editor : Sesmawati
Sumber : Antara