• News

  • Kuliner

Catat! Ini Cara Membuat Menu Ayam Kodok

Kreasi masakan Ayam Kodok.(dok.cookpad)
Kreasi masakan Ayam Kodok.(dok.cookpad)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hampir di setiap Negara, daging ayam menjadi olahan yang sangat diminati. Karena itu, wajar saja jika di setiap negara memiliki ciri khas tersendiri khususnya untuk olahan ayam. Dan salah satu kreasi ayam yang cukup terkenal hingga ke Indonesia adalah Ayam Kodok

Kreasi Ayam Kodok memiliki karakteristik yang berbeda dari olahan ayam pada umumnya. Bagian utama dari daging ayam yang perlu diperhatikan adalah bagian kulit. Karena Ayam kodok dibuat dengan mengeluarkan bagian isi daging ayam, kecuali bagian paha dan sayap, melalui bagian bawah atau ekor. 

Tahap inilah yang menjadi kendala dalam proses pembuatan Ayam Kodok, karena bagian kulit yang disasat tidak boleh sobek. 

Untuk bahan baku ayam, harus dipilih bahan yang masih segar. Karena kulit daging ayam yang tidak segar akan lebih sulit disasat dan lebih mudah sobek.

Diungkapkan seorang chef dan konsultan Kuliner, Dinda Faradila, tahap awal membuat Ayam Kodok dimulai dengan memotong bagian leher dan ceker daging ayam. 

Selanjutnya, daging ayam yang masih berbentuk utuh tersebut dipatahkan bagian pangkal paha bawah dan sendi sayapnya. Cara ini bertujuan memudahkan Anda mengeluarkan bagian badan daging ayam. 

Bagian badan dipisahkan dari kulit dengan cara disasat, dimulai dari bagian ekor menuju pangkal paha. Agar kulit tidak sobek, bagian yang disasat adalah selaput yang menempel pada kulit. Proses menyasat ini dilakukan dengan pisau tajam, ada juga yang menggunakan bawang merah kupas. 

Setelah itu, lepaskan kulit dari badan ayam dengan cara mengurut kulit secara perlahan hingga terlepas. Jika proses dilakukan dengan benar maka kulit yang sudah terlepas akan terbentuk seperti kantung sesuai dengan bentuk ayam. 

Bagian badan daging ayam selanjutnya dipisahkan dari tulang dan isi perut. Bagian daging, ati, dan ampela ayam yang sudah dibersihkan kemudian digiling hingga lembut. Lalu dibumbui dengan bawang bombay tumis, gula pasir, garam, lada bubuk, pala bubuk dan kaldu bubuk. Dan ditambahkan telur ayam sebagai perekat. 

Agar adonan daging ayam lebih padat, bisa ditambahkan daging sapi giling, kentang rebus yang telah haluskan serta susu. Adonan inilah yang akan dimasukkan kembali ke dalam kulit ayam sebagai isi. 

Namun sebelum dimasukkan, kulit luar bagian leher harus dijahit dengan benang warna putih, agar saat dimasak tidak luntur dan mengontaminasi daging. 

Setelah itu. Barulah adonan daging dimasukkan secara perlahan, melalui bagian ekor. Bahan isian sebaiknya memenuhi seluruh rongga kulit ayam, terkadang ada juga yang menambahkan telur ayam rebus di bagiang tengahnya. 

Setelah penuh, bagian ekor juga dijahit dengan benang putih. Kemudian, ayam kodok ditempatkan di atas loyang datar yang telah dialasi alumunium foil dan diolesi margarin. Lalu, permukaan badan ayam sedikit ditusuk-tusuk dengan lidi, untuk mengeluarkan udara dari dalam perut ayam. Sehingga ayam kodok tidak meletus saat dikukus. 

Proses mengukus dilakukan selama 1 jam di atas api sedang. Dan tiap 10 menit, sebaiknya kulit ayam kembali ditusuk-tusuk. Namun lakukan secara perlahan, agar kulit ayam tidak terkoyak. Setelah itu ayam kodok kukus dilumuri bahan olesan berupa campuran margarin, madu, kecap manis, saus sambal dan saus tomat yang telah diaduk rata.  

Berikutnya, ayam kodok dipanggang dalam oven panas bersuhu ± 180 ºC selama 45 jam. Sama seperti saat dikukus, ketika dipanggang ayam kodok juga harus ditusuk-tusuk tiap 10 menit, sambil kembali dilumuri bahan olesan. 

Setelah semua selesai, Ayam Kodok bisa disajikan selagi hangat. Dengan terlebih dahulu membuang benang jahit yang melekat di bagian leher dan ekor Ayam Kodok

Reporter : Christophorus Aji Saputro
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya