• News

  • Lingkungan

Tiga Provinsi Rawan Karhutla Akhiri Masa Status Siaga Darurat

Tiga provinsi rawan kebakran hutan dan lahan telah mengakhiri masa Status Siaga Darurat Bencana Asap.
Dok. BNPB
Tiga provinsi rawan kebakran hutan dan lahan telah mengakhiri masa Status Siaga Darurat Bencana Asap.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Raffles B Panjaitan menyampaikan, tiga provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mengakhiri masa Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Huran dan Lahan.

Ketiga provinsi tersebut adalah Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Kata Raffles, memang dalam sepekan terakhir, jumlah hotspot pada ketiga provinsi tersebut sudah menunjukkan jumlah yang sangat kecil, bahkan untuk Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan pantauan hotspot sudah nihil.

“Sinergitas dan kerja sama antara Manggala Agni dan Satuan Tugas Provinsi dalam bekerja menanggulangi karhutla telah menunjukkan hasil nyata dimana kebakaran dapat diatasi tidak sampai menimbulkan dampak asap seperti kejadian tahun 2015 lalu”, kata Raffles, seperti dilansir dari laman PPID KLHK, Rabu (1/11/2017).

Selama masa Status Siaga Darurat, ketiga provinsi tersebut telah melakukan berbagai upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut mulai dari kegiatan-kegiatan pencegahan seperti sosialisasi, penyuluhan, dan juga patroli terpadu pencegahan karhutla sampai dengan upaya penanggulangan baik melalui pemadaman darat maupun pemadaman udara.

Upaya-upaya tersebut dilakukan secara terpadu dan sinergi antara Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK - Manggala Agni bersama-sama dengan para pihak seperti TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan juga masyarakat.

Untuk diketahui sebelumnya Provinsi Sumatera Selatan menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan sejak 31 Januari 2017 lalu, Provinsi Jambi sejak 24 Juli 2017 dan Provinsi Kalimantan Barat sejak 1 Juni 2017.

“Kerja sama yang baik ini harus tetap terjalin untuk penanggulangan karhutla pada tahun-tahun yang akan datang. Apalagi sebentar lagi sudah memasuki tahun 2018, dengan kondisi cuaca yang tentunya berbeda dengan tahun ini,” imbuh Raffles.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang