• News

  • Megapolitan

Pemeriksaan Tiga Pegawai BPRD Jakarta terkait Kasus Reklamasi Belum Tuntas

Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono
Netralnews/Toar Sandy Purukan
Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Meskipun tiga pegawai Badan Pajak Restribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta yaitu Kepala Bidang Peraturan BPRD DKI Jakarta Joko, Kepala Bidang Perencanaan BPRD DKI Jakarta Yuandi, dan Staff BPRD Penjaringan Andri, telah memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa terkait kasus reklamasi, pada Rabu (9/11/2017).

Namun, polisi menyatakan pemeriksaan terhadap tiga pegawai tersebut belum tuntas, dan akan dijadwalkan kembali untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya.

"Jadi kemarin tiga saksi (pegawai BPRD Jakarta-red) yang sudah kita periksa, sampai sekarang belum selesai, nanti akan kitajadwalkan ulang juga, jadi belum selesai pemeriksaannya, jadi nanti akan kita panggil kembali, nanti setelah selesai semuanya apa yang disampaikan saksi akan kita sampaikan semuanya," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/11/2017).

Menurutnya, pihak kepolisian juga akan meminta dokumen-dokumen terkait penetapan NJOP reklamasi Pulau C dan D tersebut. "Nanti dokumen-dokumen akan kita mintakan juga biar disiapkan, contohnya misalnya ada rapat, ada nggak absennya," terang Argo.

Untuk diketahui, NJOP di pulau reklamasi C dan D, hanya ditetapkan oleh BPRD DKI Jakarta sebesar Rp3,1 juta per meter. Semestinya, NJOP di pulau reklamasi C dan D bisa mencapai antara Rp25 juta hingga Rp30 juta.

Penentuan nilai NJOP pertama senilai Rp3,1 juta tersebut ditetapkan berdasarkan penilaian independen yang dilakukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sesuai UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan.

Setelah penentuan NJOP pertama, NJOP tahun-tahun berikutnya akan ditetapkan BPRD Jakarta karena sudah terbentuk harga pasar.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Wulandari Saptono