• News

  • Megapolitan

Mayoritas Warga Jakarta Sudah Tinggalkan Isu SARA

Anthony Leong
Dok Pribadi
Anthony Leong

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Koordinator Anies-Sandi Digital Volunteer (Insider) Anthony Leong menyebut mayoritas warga Jakarta telah meninggalkan isu-isu soal perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang sempat memanas pada sebelum dan setelah Pilkada DKI.

"Dari big data analisis yang kami lakukan hampir 95 persen warga Jakarta mendukung program Anies-Sandi. Ini adalah suatu kemajuan yang cukup fantastis. Sekaligus menjadi sebuah bukti bahwa mayoritas masyarakat sudah move on dari panasnya isu pasca-Pilkada dan kembali mewujudkan sikap toleransi dan kekeluargaan antargolongan maupun antarumat," ujar Anthony di dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/11/2017).

Hal tersebut disampaikan menyusul hasil penelitian yang dilakukan oleh Setara Institute yang menempatkan DKI Jakarta sebagai kota pertama di Indonesia yang masuk dalam kategori toleransi rendah pada 2017.

Pakar Digital tersebut melanjutkan, saat ini timnya terus melakukan berbagai upaya untuk merangkul masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan dan pengembangan. Menurutnya, berbagai kasus intoleransi yang terjadi, karena faktor kurangnya edukasi dan tingkat ketimpangan yang cukup dalam di tengah masyarakat.

"Sejatinya, kunci untuk mengatasi kasus intoleransi, peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita harus distribusikan kesejahteraan ke masyarakat kalangan bawah, sehingga UKM harus tumbuh,” ungkap fungsionaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut.

Lebih lanjut, Anthony memberi imbauan kepada seluruh masyarakat untuk dapat bersatu padu menyukseskan program pemerintah, baik program pengentasan kemiskinan, program penataan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.

"Bicara mengenai toleransi antarumat beragama suku dan golongan tidak akan ada habisnya. Jadi lebih baik mari kita bersatu padu membantu Mas Anies dan Bang Sandi dalam melaksanakan program kerja yang hasil dan manfaatnya didedikasikan bagi kepentingan masyarakat yang sebesar-besarnya," tambah Anthony.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Y.C Kurniantoro