• News

  • Megapolitan

Geng Gabrux Buat Onar, Satu Orang Tewas

Ilustrassi penganiayaan.
Istimewa
Ilustrassi penganiayaan.

JAKARTA, NNC - Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) berhasil meringkus enam remaja yang menamakan dirinya Geng Gabrux pada Minggu (10/12/2017) sore lalu. AF, CA, IF, AN, AD, dan SJ ditangkap karena menganiaya Doni Toni Prasetyo dari Geng Belgia di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jaksel, Minggu (10/12/2017), sekitar pukul 4.15 WIB, hingga korban meninggal dunia.

Ternyata kelompok remaja yang berasal dari Kramat Jati, Jakarta Timur ini, tidak hanya sekali ini saja membuat onar. Menurut pihak kepolisian, kelompok ini sudah sering membuat keributan atau perkelahian.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, setelah diidentifikasikan kelompok-kelompok remaja ini sering melakukan perkelahian.

Untuk itu, tegas Mardiaz, kelompok-kelompok remaja yang menamakan dirinya sebagai Geng Gabrux, kemudian Astroboy, dan Belgia ini akan diberikan pembinaan.

"Rencananya, walaupun ada dari mereka (dari Gabrux, Belgia, dan Astroboy) tidak ikut dalam kasus pengeroyokan ini akan dilakukan pembinaan," ujar Mardiaz.

Menurutnya, anggota-anggota kelompok ini selain ada yang masih pelajar, namun ada juga remaja-remaja yang putus sekolah.

Saat ditanya, apakah kelompok-kelompok ini anggota geng motor, Mardiaz membantah. "Bukan (geng motor-red), ini hanya kelompok pemuda yang menamakan diri dengan suatu nama. Memang mereka pakai motor tapi bukan geng motor," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, ia menyampaikan, enam pelaku yang berhasil diringkus yaitu AF, CA, IF, AN, AD, dan SJ. "Semua pelaku ini masih di bawah umur, di bawah 16 tahun," ujar Mardiaz.

Terkait kronologis, Mardiaz menerangkan, pada 10 Desember 2017 dini hari, kelompok Gabrux dan Astroboy berkumpul di Tanah Merah Kampung Tengah, Kramatjati, Jakarta Timur, untuk merencanakan menyerang kelompok Belgia di Lebaksari, Tanjung Barat, Jaksel.

Beberapa orang dari kelompok tersebut ada yang membawa senjata tajam jenis celurit. Sesampai di lokasi, kelompok dari Gabrux langsung menyerang sekelompok orang yang diduga dari kelompok Belgia.

Saat kelompok Gabrux ini menyerang, korban tidak sempat melarikan diri sehingga dikeroyok oleh pelaku. Korban dilempar oleh pelaku dengan menggunakan batu, dan dibacok menggunakan celurit. Akibat dikeroyok, korban meninggal dunia pada saat dibawa ke RSUD Pasar Minggu.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Y.C Kurniantoro