• News

  • Megapolitan

Soal Anies-Sandi, Ruhut: Ini Baru Dua Bulan, Masih Lama Lho, Aku Takut...

Ruhut Sitompul
NNC/Adiel Manafe
Ruhut Sitompul

JAKARTA, NNC - Tak dipungkiri, awal kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiga Uno, banyak polemik yang terjadi dan mereka mendapat sorotan serta kritik tajam dari publik.

Mulai dari kebijakan yang diambil, merevisi aturan-aturan pemimpin terdahulu, janji-janji kampanye di Pilkada DKI 2017 yang terus ditagih warga, APBD DKI 2018 yang sejak pembahasan, pengesahan, bahkan setelah drafnya dikaji Kemendagri, terus menuai pro-kontra.

Belum lagi soal pernyataan-pernyataan Anies-Sandi yang sering menyinggung atau dinilai melempar bola panas ke pendahulunya saat mereka disorot atas sebuah permasalahan yang timbul.

Terbaru, soal kenaikan dana bantuan kepada partai politik yang dianggarkan dalam APBD DKI 2018. Di mana ketika masalah ini timbul, Anies membuat pernyataan bahwa semuanya bersumber dari APBD Perubahan 2017 yang ditandatangani Djarot Saiful Hidayat di hari terakhir menjabat sebagai Gubernur DKI.

Atas semuanya itu, politisi Ruhut Sitompul meminta Anies-Sandi untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab. "Kalau menjadi seorang pemimpin, beranilah mengakui kesalahan, jangan menyalah-nyalahi orang lain," kata Ruhut kepada NNC, Kamis (13/12/2017).

Bahkan banyaknya polemik yang timbul di awal kepemimpinan Anies-Sandi yang baru berjalan dua bulan ini, membuat mantan petinggi Partai Demokrat itu menilai, nasib Jakarta dipertaruhkan untuk lima tahun ke depan.

"Selamatlah memimpin Jakarta ini dengan retorika-retorika, ibarat tong kosong nyaring bunyinya. Lama-lama kita gak tahu mau ke mana Jakarta ini. Baru dua bulan, masih lama lho, aku takut nanti jatuh di tengah jalan kalau begini," ungkapnya.

Lebih jauh, Ruhut berpendapat, banyaknya polemik yang terjadi karena Anies-Sandi tak menyangka akan memenangi Pilkada DKI 2017, sehingga tidak mempersiapkan diri memimpin ibukota.

"Ini semua karena (Anies-Sandi) kaget, gak kira menang Pilkada, kaget gak kira menang, ini semua akibatnya. Dia gak mengira dia menang, makanya baru mikir konsep," tutup juru bicara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro