• News

  • Megapolitan

Ahok: Ada Oknum 'Ngaco' Kenapa Tidak Disidang?

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Netralnews/Adiel Manafe)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Netralnews/Adiel Manafe)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mempertanyakan Majelis Kehormatan Kode Etik Badan Pemeriksa Keungan (BPK) soal belum disidangkannya mantan Ketua BPK DKI Jakarta Efdinal yang dinilai tendensius dalam mengaudit pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat.

"Sekarang saya tanya, Mahkamah Kode Etik sudah tahu ada audit ngaco, ada oknum yang ngaco kok enggak sidang? Saya mau tanya Mahkamah Kode Etik nyidangin Efdinal enggak?" kata Ahok di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Oleh karena itu, saat BPK merekomendasikan agar Pemprov DKI mengembalikan kerugian negara sebesar Rp191 miliar, sesuai hasil audit mereka, Ahok pun enggan menuruti kemauan BPK.

Sebab, Jika rekomendasi dituruti, itu berarti Pemprov DKI harus menarik kembali uang yang sudah diberikan kepada pihak RS Sumber Waras, dan hal itu dapat membuat Pemprov DKI bisa digugat.

"Sekarang kamu bilang kami pakai NJOP yang salah, dia bisa gugat kami enggak? Kan kalau dia pakai NJOP yang salah, berarti negara ngutang ke Sumber Waras dong," ujarnya.

Lebih jauh mantan Bupati Belitung Timur ini mengomentari masalah alamat lahan. Audit BPK menyebutkan, alamat lahan yang dibeli Pemprov DKI berada di Jalan Tomang Utara. Padahal, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Barat dan sertifikat tanah menunjukkan bahwa tanah itu berada di Jalan Kyai Tapa.

"Dia bisa gugat BPN dong nanti. Nanti BPK malah bisa nyenggol semua nih, kalau ikutin pakai auditnya oknum BPK kemarin," jelas Ahok.

Ahok menilai audit BPK juga bertabrakan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan BPN. Atas hal itu, Ahok kemudian mengibaratkan hasil audit BPK seperti makan buah simalakama.

"Ini mah hasil audit kayak buah simalakama dong. Makan, bapak mati, engga makan emak mati, lucu aja. BPK kalau ngomong seperti itu, hasil auditnya dia bukan hanya tabrakan dengan KPK, tapi juga tabrakan dengan BPN," tambah Ahok.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro