• News

  • Megapolitan

Polisi Telah Periksa 40 Saksi terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Reklamasi

Reklamasi Teluk Jakarta
vltrend
Reklamasi Teluk Jakarta

JAKARTA, NNC - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya telah memeriksa 40 orang saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Kasubdit Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Sutarmo mengatakan, sudah 40 saksi diperiksa terkait dengan administrasi sesuai atau tidak serta regulasinya.

Seluruh saksi diperiksa mulai dari Dinas Pelayanan pajak, BPN, Dishub, dinas Tata Kota dan Kementrian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

"Kalau menteri ATR masih mengatur jadwalnya," kata Sutarmo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/1/2018).

Ia menegaskan, penyidik belum bisa menjelaskan sudah seberapa jauh proses penyidikan. Karena masih banyak pendalaman yang harus dilakukan.

"Termasuk penyidikan masalah administrasinya, kita juga selidiki dugaan adanya penyalahgunaan wewenang," tegasnya.

Sebelumnya, Direktrur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan mengatakan, para pejabat yang diperiksa untuk mencari keterangan terkait dugaan korupsi dalam proyek tersebut.

Penyelidikan kasus ini dimulai sejak September 2017, dengan dasar adanya polemik di masyarakat soal reklamasi. Polisi sudah meminta data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Penyidik lantas meningkatkan status proses hukum proyek reklamasi Teluk Jakarta dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Keputusan ini diambil setelah ditemukannya dugaan korupsi di proyek itu.

Polisi menduga ada pelanggaran ketika penetapan nilai jual objek pajak (NJOP) Pulau C dan D dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta. Diduga, penetapan NJOP pada pulau reklamasi itu tidak wajar. NJOP di pulau reklamasi C dan D diketahui hanya Rp3,1 juta per meter persegi.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Wulandari Saptono