• News

  • Megapolitan

FAM Jaya Tuding Anies-Sandi Pembohong Hingga Buat KJP Minus

demo Front Aksi Mahasiswa Jakarta Raya (FAM Jaya)
NNC/Adiel Manafe
demo Front Aksi Mahasiswa Jakarta Raya (FAM Jaya)

JAKARTA, NNC - Front Aksi Mahasiswa Jakarta Raya ( FAM Jaya) menilai, banyak program yang dijanjikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang belum terealisasi, atau dilaksanakan tidak sesuai dengan janji kampanye saat Pilkada DKI 2017 lalu.

Beberapa program Anies-Sandi yang dinilai tidak sesuai janji kampanye, yakni program One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (Ok Oce), program rumah dengan down payment (DP) atau uang muka nol rupiah (Rp0), kemudian program Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus).

Hal itu disampaikan Koordinator FAM Jaya, Ahmadi Rizkiansyah saat mereka menggelar aksi unjuk rasa depan Balai Kota Jakarta, Senin (16/4/2018).

"Janji itu antara lain, mengubah program Oke Oce dari modal bergulir menjadi Pemprov melalui kantor kecamatan membantu akses pinjaman bank terutama Bank DKl," ujar Ahmadi.

"Tentu saja mengikuti suku bunga yang berlaku di perbankan sebesar 13 persen. lni adalah pembohongan dari janji kampanye Anies-Sandi," sambungnya.

Kemudian soal Rumah DP 0. FAM Jaya menuding Anies-Sandi ingkar janji, karena Rumah yang dibangun berbentuk rusun dan bukan rumah tapak, serta tidak diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

"Janjinya adalah akan membangun rumah tapak namun pada realisasinya adalah pembangunan model rumah susun dengan syarat berat, minimal bergaji Rp7 juta, yang tak mungkin di akses warga miskin," ungkap Ahmadi.

Sementara untuk program KJP Plus, FAM Jaya menyoroti pengurangan jumlah siswa yang menerima bantuan dana pendidikan itu.

"Oleh Dinas Pendidikan DKI di potong dari 700 ribu siswa menjadi hanya 400 ribu siswa pengguna KJP Plus. Datanya bodong, KJP plusnya bodong, padahal mereka adalah anak-anak warga DKI yang tergolong miskin. Bukannya KJP Plus malah KJP Minus," ujarnya.

Tak hanya itu, FAM Jaya menyebut, di kepemimpinan Anies-Sandi, Pemprov DKI menutup akses warga dalam proses pengambilan kebijakan dan transparansi anggaran dalam penyusunan APBD DKI.

"Partisipasi publik sebagai indikator perubahan di Jakarta tak ada sama sekali karena Anies-Sandi menerapkan 'manajemen tertutup' dalam pemerintahannya," ucap Ahmadi.

Atas semuanya itu, FAM Jaya menuding kepemimpinan Anies-Sandi selama enam bulan ini, tidak ada hasil apa-apa bagi rakyat alias nol besar.

"Warga memilih pasangan Anies-Sandi karena janji yang ditawarkan, tetapi realisasinya masih 'nol besar‘ alias belum ada sama sekali setelah 6 bulan berkuasa," tegas Ahmadi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono