• News

  • Megapolitan

Menteri Idrus Ajak Ibu-ibu Lawan Hoax

Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham
NNC/Martina Rosa
Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham


TEGAL, NNC - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham meminta para ibu-ibu yang hadir dalam dialog nasional, terus berpikir positif dan paling depan menolak hoax atau berita bohong yang meragukan kinerja atau bertujuan menjatuhkan repolutasi pemerintah di mata publik.

"Harus berpikiran maju, berpikiran positif. Dalam agama harus khusnudzon, bahkan apa yang dilakukan oleh pemerintah, harus disyukuri. Firman Allah SWT, apabila bersyukur maka nikmat akan ditambahkan, jika mengingkari siksa Allah sangat pedih," ujar Mensos di Tegal, seperti keterangan tertulis yang NNC terima dari Humas Kementerian Sosial (Kemensos), Rabu (25/4/2018).

Mensos Idrus dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu 2.025 peserta dalam acara Dialog Nasionalini menghadirkan ibu-ibu penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Pendamping PKH, kelompok petani dan nelayan, mahasiswa dan pelajar yang berasal dari Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

"Jangan percaya berita bohong ibu-ibu. Jangan pula ikut menyebarkan. Rasakan apa yang sudah dilakukan pemerintah. Jalan desa sudah diaspal, anak-anak sekolah dapat Kartu Indonesia Pintar, keluarga dapat Kartu Indonesia Sehat. Juga ada PKH untuk ibu kelola. Semuanya bermuara pada kesejahteraan rakyat," tutur Mensos.

Mensos menyontohkan pembangunan infrastrutur yang selama ini dilakukan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kementerian Sosial terus berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, memastikan program Nawacita terlaksana.

"Kami ini adalah Pembantu Presiden, sehingga kami harus bekerja bersama-sama untuk mewujudkan masyarakat yang makmur dan terlepas dari kemiskinan," katanya.

Menteri Idrus mengatakan, dengan perbaikan infrastruktur dan batuan sosial seperti PKH, menjadi bekal mengantarkan generasi muda menapak masa depan. Mereka adalah mencerminan Indonesia kelak. 

"Pak Presiden sangat memperhatikan pendidikan karena ini merupakan investasi sumber daya manusia, karena kita sadar betul masa depan bangsa ini ditentukan generasi hari ini. Kualitas, mentalitas, ini wajah Indonesia ke depan," papar Idrus.

Terkait penurunan kemiskinan, Mensos menyontohkan yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir. Misalnya di Kabupaten Slawi, Jawa Tengah dimana angka kemiskinan terus menurun.

"Alhamdulilah di Kabupaten Slawi luar biasa, kemiskinan tinggal 9 persen. Sekarang banyak yang menyebarkan hoax, fitnah tidak berdasar. Kata Rosulullah fitnah jauh lebih dahsyat dari pada pembunuhan. Tidak apa-apa kita lawan dengan kerja, kerja, kerja. Dan jangan percayai berita yang tidak jelas. Cek ricek saja langsung kepada pemerintah," kata Mensos.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Wulandari Saptono