• News

  • Megapolitan

Polisi Tembak Mati Maling Laptop UNBK

Maling laptop UNBK di SD Negeri 04 Parigi Lama bernama Ryan Hidayat (28), tewas ditembak mati polisi
Istimewa
Maling laptop UNBK di SD Negeri 04 Parigi Lama bernama Ryan Hidayat (28), tewas ditembak mati polisi

TANGERANG, NNC - Polres Tangerang Selatan menemak mati  maling laptop UNBK di SD Negeri 04 Parigi Lama, Jalan Pendidikan II RT 04 RW 06, Pondok Aren, bernama Ryan Hidayat (28),  Sabtu (28/4/2018).

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho mengatakan, Ryan adalah salah satu pelaku yang maling laptop UNBK di SD Negeri 04 Parigi Lama.

Peristiwa terjadi saat Ryan dan temannya dengan mengendarai seeda motor mondar-mandir di sekitar SD Negeri 04 Parigi Lama. Ktika situasi dianggap sepi, mereka memarkir sepeda motornya di halaman sekolah, lalu masuk ke dalam SDN O4 Parigi Lama.

Keduanya tak sadar, jika gerak-gerik mereka diawasi oleh seorang polisi yang kebetulan berada di dekat lokasi. Polisi pun mencoba menghampiri para tersangka.


Tahu ada polisi, keduanya berusaha melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor. Polisi melakukan pengejaran. Para tersangka pun akhirnya terjatuh dari sepeda motor.

Polisi terpaksa menembak Ryan, karena mengeluarkan senjata api rakitan,  sedangkan tersangka lainnya berhasil melarikan diri.

"Petugas kemudian dilakukan upaya tindakan tegas terukur yang mengakibatkan tersangka meninggal dunia di tempat," cerita Yurikho.

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa tiga unit laptop, linggis, senjata api rakitan dan satu unit sepeda motor.

Dari hasil penyelidikan diketahui, dua tersangka tersebut sebelumnya pernah melakukan aksi yang sama pada Jumat (30/3/2018) lalu di Madrasah Tsanawiyah Unwaanunnajah, Jalan Madrasah RT 06 RW 12, Pondok Aren, Tangerang Selatan bersama rekannya yang lain.

Para pelaku berhasil membawa kabur 34 unit laptop di Madrasah Tsanawiyah. Dari Rekaman CCTV terlihat bahwa 4 Pelaku menggunakan 2 Sepeda Motor berupa Yamaha NMax warna Putih dan Jupiter MX.

Peristiwa inilah yang kemudian membuat petugas berjaga-jaga di sekitar sekolah.

Editor : Wulandari Saptono