• News

  • Megapolitan

Ini Alasan NJOP di Sejumlah Wilayah di Jakarta Naik

Ilustrasi NJOP
Sindo Batam
Ilustrasi NJOP

JAKARTA, NNC - Kepala Humas Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Hayatina angkat bicara soal kenaikan Nilai Jual Objek Pajak ( NJOP) di sejumlah wilayah di Jakarta.

Menurutnya, kenaikan NJOP terjadi karena di sejumlah wilayah tersebut merupakan wilayah dengan pembangunan yang signifikan. Ia pun mencontohkan tanah atau tempat tinggal di wilayah yang terkena pembangunan MRT.

"Ada yang disesuaikan NJOP-nya untuk daerah daerah yang pembangunannya signifikan," kata Hayatina, Kamis (5/7/2018).

"Apalagi di daerah sekitar MRT, kan otomatis ada peningkatan nilai. Itu harga pasar, harga pasar di sana naik," lanjutnya.

Berdasarkan Pergub tersebut, selain Jalan Jenderal Sudirman dan jalan yang terkena pembangunan MRT, NJOP di sejumlah wilayah juga mengalami kenaikan. Semisal di Jakarta Barat, Jalan Pinangsia Raya yaitu mencapai Rp29.375.000.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menaikkan Nilai Jual Objek Pajak ( NJOP) di sejumlah wilayah di Jakarta. Jalan Jenderal Sudirman merupakan kawasan dengan NJOP paling tinggi, yakni Rp93.963.000.

Kenaikan NJOP itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Penetapan Nilai Jual Objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Tahun 2018. Pergub tersebut ditandatangani Anies pada 29 Maret, dan telah diundangkan pada 4 April 2018.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Firman Qusnulyakin