• News

  • Megapolitan

Pemprov DKI Akan Awasi MPLS dan Ekstra Kurikuler

Ilustrasi plonco. (prokal.co)
Ilustrasi plonco. (prokal.co)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan terus mengawasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan kegiatan ekstra kurikuler, sehinggat tidak terjadi kasus bullying di sekolah, terutama kepada siswa yang baru.

Untuk itu Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan menurunkan sejumlah petugas ke sekolah-sekolah di DKI guna mengawasi kegiatan MPLS.

Pengawasan dan perlindungan kepada siswa tidak hanya akan berlangsung pada saat MPLS, namun juga seterusnya. Dikhawatirkan, ke depannya masih banyak celah pem-bully-an yang mungkin terjadi seperti pada saat siswa mengikuti kegiatan ekstra kurikuler.

"Kita akan turunkan jajaran kita, eselon tiga dan empat untuk ikut memonitoring di setiap sekolah, terutama mengawasi ekstrakurikuler," ungkap Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto di Jakarta, Senin (18/7/2016).

"Justru kejadian nanti tiga bulan kemudian, setelah sekolah membentuk ekstra kurikuler. Nanti ada pencinta alam, ada LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa). Ini celah yang dimanfaatkan para senior dan alumni untuk ajang balas dendam," sambung Sopan.

Dengan banyaknya kegiatan ekstra kurikuler untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sopan mengaku siap mengawasi dengan sumber daya yang dimilikinya. Hal paling penting menurutnya, adalah bagaimana komunikasi dengan kepala sekolah bersangkutan.

"Pihak sekolah harus melaporkan progresnya," kata Sopan.

Selain itu sanksi untuk para siswa ataupun alumni yang melakukan pem-bully-an pun telah disiapkan sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 26 Tahun 2016 tentang Masa Orientasi Peserta Didik Baru.

"Sanksinya tegas, gimana Kepsek atau sekolah tidak sesuai dengan peraturan itu akan kena sanksi," ujar Sopan.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro