• News

  • Megapolitan

Polisi Ringkus Pelaku Tawuran Tewaskan Pelajar di Bintaro

Ilustrasi Tawuran Pelajar
Poskota
Ilustrasi Tawuran Pelajar

JAKARTA, NNC - Polisi telah mengamankan 36 orang pelajar yang diduga terlibat tawuran di Kolong Tol Deplu Raya, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (31/11/2018) malam, yang telah menewaskan MK (17). Dari hasil pemeriksaan terhadap puluhan pelajar itu, akhirnya polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka.
 
Kemudian dari delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka, lima tersangka merupakan pelaku utama yang ikut menganiaya korban hingga meninggal dunia. Sementara tiga tersangka lainnya hanya kedapatan memiliki senjata tajam.
 
"Tersangka yang memiliki sajam yaitu MF (19), BRM (16), RI (16) memang terlibat tawuran, namun tidak mengenai sasaran korban," ujar Kapolsek Pesanggrahan Kompol Maulana Karepesina dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/11/2018).
 
Sementara untuk pelaku utama yaitu FR (16), RAS (16), RD (17), BWT (15), dan MFN (17), ada yang memukul dengan senjata tajam dan menendang korban.
 
Untuk lima pelaku utama akan dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayan secara bersama-sama, dengan ancaman lima tahun penjara. Sementara tiga tersangka yang kedapatan memiliki senjata tajam akan dijerat Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
 
Terkait kronologis kejadian, awalnya pelajar sekolah gabungan dari SMK Averuz Pondok Pinang, Kebayoran Lama dan SMA SASMITA Pamulang Tangeran Selatan merencanakan tawuran dengan pelajar dari gabungan sekolah SMA Negeri 12 Tangerang, SMA 5 Tangerang, SMK Budi Mulia, SMA dan SMK Mega Bangsa.
 
Kedua belah pihak itu telah janjian melalui Instagram untuk melakukan tawura di Kolong tol Deplu Raya Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Akibat kejadian itu satu pelajar dari Sasmita berinsial MK meninggal dunia akaibat beberapa luka bacok, sementara dua temannya yaitu RF (17) dan AA (18) mengalami luka-luka.
 
Dalam pengungkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti 26 unit handphine, empat bilah celurit, satu mandau, satu pedang, satu buah gergaji sisir dan 12 unit sepeda motor.
Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Nazaruli