• News

  • Megapolitan

PDI-P dan Gerindra Calonkan Saya Tanpa Mahar

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Netralnews/Adiel Manafe)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Netralnews/Adiel Manafe)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan, Pada Pilkada DKI 2012 silam, Partai Gerindra dan PDI-P mengusung dirinya mendampingi calon gubernur Joko Widodo, tidak ada transaksi politik alias tanpa mahar.

Menurut Ahok, karena pada saat itu kedua partai politik tersebut bisa melihat bahwa calon yang diusung memiliki kapabilitas, memiliki nilai jual, maka masyarakat akan dengan sendirinya mendukung.

"Kalau saya laku, ada rakyat mau dukung, kerja nyata, partai yang melamar kita, partai yang akan dukung kita," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (1/7/2016).

"Sama waktu PDI-P calonkan saya sama Gerindra, kan gak pake mahar juga. Dua partai ini merasa butuh untuk mempertontonkan kepala daerah yang terbukti, gak pake mahar," sambungnya.

Hal ini menurut mantan Bupati Belitung Timur itu, dapat merubah stigma yang jelek di masyarakat tentang partai politik. Tidak semua partai meminta mahar dari calon yang diusung.

"Jadi kita politisi kan punya stigma jelek dulu. Udah lah kalo gak datengin partai, partai gak akan datengin kita. Kalo kita gak ada mahar, padahal semua partai gak pake mahar kok, tergantung kamu laku atau gak," ujarnya.

Selain PDI-P dan Gerindra yang mengusung tanpa mahar, kini diakui Ahok, Partai Golkar, Nasdem, dan Hanura juga melakukan hal yang sama. Hal itu terbukti ketiga partai itu mendukung dirinya tanpa mahar, sebab mereka sadar dan mengikuti apa keinginan rakyat.

"Rakyat mau dukung, kerjanya nyata, maka partai yang dukung kita, ini udah dibuktikan. Nasdem, Hanura, dan Golkar sudah  membuktikan," ujarnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro