• News

  • Megapolitan

Ketua DPC Demokrat Jakut Laporkan Pencurian Dokumen ke Bawaslu

Ketua DPC Demokrat Jakut Laporkan Pencurian Dokumen ke Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta.
NNC/Wahyu Praditya Purnomo
Ketua DPC Demokrat Jakut Laporkan Pencurian Dokumen ke Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Jakarta Utara, Zulkarnaen mendatangi Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Zulkarnaen mengatakan, kedatangannya tersebut untuk mengklarifikasi laporan atas dugaan pencurian dokumen yang dilakukan oleh salah satu Calon Anggota Legislatif (Caleg). 

"Ada pencurian dokumen di KPU Jakut. Dokumen rekap diambil orang yang tidak memiliki surat mandat. Sekonyong-konyong dia mengambil sendiri tanpa sepengetahuan kita," kata Zulkarnaen, Rabu (15/5/2019).

Ia mencurigai adanya penggelembungan suara dan pencurian data pada saat rekapitulasi tingkat KPU Kota. Dugaannya hal itu dilakukan secara sengaja oleh seseorang yang diduga oknum Caleg berinisial S.

Tak hanya itu, Zulkarnaen juga melaporkan adanya 27 dugaan pelanggaran pemilu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Utara, Rabu (15/5/2019).

Zulkarnaen pun berharap, sebanyak 27 laporan dari pihaknya itu segera diproses oleh Bawaslu. Bawaslu DKI sendiri menurutnya, menerima laporan yang disampaikannya dengan baik.

Sementara Kuasa Hukum pelapor, HM Ilal Ferhard menyatakan pihaknya telah menyiapkan isi poin dari pasal itu sesuai yg tercantum dalam UUD 1945.

Menurutnya, dari hasil pemilihan legislatif (pileg) DPR RI dapil 3 terkait dengan undang undang ada 2 hal yang paling menentukan, yaitu UUD 45, pasal 6a ayat 3, dimana Caleg S dengan nomor urut 1 tidak memenuhi syarat untuk menjadi Anggota DPR RI 2019-2024.

Pertimbangan tersebut mengingat, kecurangan yang dilakukan S dengan memerintahkan A untuk mencuri data Partai Demokrat dan dugaan penggelembungan suara di Jakarta Utara. Serta Pasal 22 E, dimana Pemilihan Umum (Pemilu) harus berjalan dengan Jurdil.

"S tidak memenuhi syarat untuk menjadi Anggota DPR RI 2019-2024, karena Kecurangan yang dilakukan. Jika ada kecurangan Caleg DPR RI dari Partai Demokrat maka No urut 1 didiskualifikasi, secara otomatis," tegas Ilal.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?