• News

  • Megapolitan

Tarif LRT Rp6 Ribu, Anggota DPRD DKI Sebut Terlalu Mahal

Ilustrasi LRT
dok.Istimewa
Ilustrasi LRT

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah menilai usulan tarif Rp 6 ribu yang dikeluarkan Pemprov DKI terlalu mahal. Ia pun memprediksi dengan tarif tersebut masyarakat akan merasa keberatan.

Politisi PDIP itu mengatakan besaran tarif harus dipertimbangkan dengan matang. Utamanya soal kerelaan masyarakat membayar Rp6 ribu untuk jarak tempuh 5,6 km.

"Harapan saya gubernur (Anies Baswedan), kalau tidak gratis, (tarif) dibuat ringan," kata Ida, Selasa (11/6/2019).

"Orang naik LRT cuma 5,6 km dan bayar pasti keberatan," lanjutnya.

Dia mengatakan subsidi yang diberikan untuk LRT tidak terlalu besar. Padahal, sudah disiapkan anggaran lebih untuk subsidi.

Dikuatirkan LRT kurang diminati gara-gara terlalu mahal. Saat ini saja, kata dia, LRT sudah dua kali diuji publik.

"Kalau uji coba dua kali berarti yang pertama gagal. Berarti (uji coba) yang pertama masyarakat belum mengenal LRT," tuturnya.

Diketahui, PT LRT Jakarta kembali menggelar uji publik hari ini, Selasa 11 Juni 2019. Mereka membuka kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati fasilitas moda transportasi tersebut.

Melisa mengatakan akses naik turun penumpang akan dilayani lima stasiun. Di antaranya Stasiun Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome.

Uji coba publik sebenarnya sudah pernah dilakukan pada Maret 2019. LRT ini akan membawa penumpang dari Rawamangun hingga Kelapa Gading dengan panjang rel 5,6 kilometer.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya