• News

  • Megapolitan

Anies Dinilai Tak Konsisten soal Perizinan Pulau Reklamasi

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono.
Beritajakarta
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Fraksi PDIP DPRD DKI menyatakan belum ada dasar hukum penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di pulau reklamasi. Dengan demikian, IMB tidak bisa diterbitkan tanpa dasar hukum.

"Menerbitkan sertifikat IMB itu alat hukumnya apa? Kan pertanyaannya di situ. Sementara Perda zonasi sampai hari ini belum kita selesaikan. Itu yang pertama. Yang kedua, revisi perda tata ruang sampai hari ini juga belum kita selesaikan," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono, Kamis (13/6/2019).

Dirinya pun menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak konsisten dengan komitmen terkait pulau reklamasi.

"Ini kan soal sikap Anies yang plintat-plintut. Sejak awal beliau katakan menolak reklamasi. Tiba-tiba, diam-diam melegalkan reklamasi. Ini kan nggak baik juga untuk publik. Jadi reklamasi ini hanya sekadar menarik opini," ujarnya.

Gembong menuturkan hingga saat ini Perda yang mengatur zonasi di Pulau Reklamasi belum dibahas dengan DPRD DKI Jakarta. Dia menyayangkan adanya kabar penerbitan IMB di Pulau C dan D.

"Sampai hari ini juga belum kita selesaikan. Jadi dua Perda itulah yang seharusnya melandasi Pemprov bisa menerbitkan IMB di atas lahan reklamasi itu," tutur Gembong.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik draf Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara (Pantura) Jakarta dari DPRD pada 22 November 2017.

Menurutnya, aturan yang ada dalam Raperda tentang Tata Ruang Kawasan Pantura Jakarta tidak sesuai dengan situasi saat ini. Karena itu, perlu pengkajian dengan melihat segala aspek, dari geopolitik, ekonomi, hingga sosial.

Anies mengatakan semua konsekuensi dari pencabutan dua Raperda ini akan dibuatkan lagi landasan hukumnya. Hal itu untuk memastikan tidak adanya masalah yang timbul akibat pencabutan dua raperda terkait reklamasi tersebut.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?