• News

  • Megapolitan

TomTom: Kemacetan Jakarta Berkurang, Ini Rekasi Gubernur Anies

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Global News
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penurunan kemacetan di Jakarta karena adanya integrasi transportasi yang menyebabkan warga tak lagi menggunakan kendaraan pribadi.

Hal itu dikatakan Anies Baswedan menanggapi rilis yang dikeluarkan lembaga survei luar negeri TomTom Traffic Index terkait data kemacetan di DKI Jakarta yang turun hingga 8 persen. 

"Saya perlu sampaikan beberapa hal yang membantu ini. Pertama adalah soal integrasi transportasi. Karena orang menggunakan kendaraan publik bila transportasi terintegrasi. Kalau transportasi publik terintegrasi mereka meninggalkan kendaraan pribadi. Dengan kendaraan pribadi berkurang, maka traffic akan berkurang," kata Anies di Balaikota, Selasa (18/6/2019).

Dirinya juga menyebut, pembukaan rute-rute baru TransJakarta juga memberi dampak positif dalam mengurangi macet. Selain itu, beroperasinya flyover dan underpass juga ikut berkontribusi.

"Ini juga diiringi dengan pembukaan rute-rute baru layanan TJ. Kita juga menugaskan TJ untuk menyambung dengan transportasi-transportasi publik kereta api dan MRT," ujar Anies.

Ia berjanji akan terus mempertahankan angka tersebut. Dia berharap angka kemacetan terus turun di tahun-tahun mendatang.

Sebelumnya, TomTom Traffic Index merilis penurunan macet Jakarta tercatat paling besar dibanding kota-kota lainnya di dunia. Peringkat ketujuh ini turun dari posisi keempat tahun lalu. 

Hari paling macet di Jakarta pada 2018 tercatat di tanggal 15 Februari sementara hari paling tidak macet di tanggal 18 Juni. Kemacetan pagi hari di hari kerja sebesar 63 persen sementara kemacetan di malam hari 88 persen.

Berikut 10 besar kota termacet di dunia versi TomTom Traffic Index:

1. Mumbai (India): 65 persen

2. Bogota (Kolombia): 63 persen

3. Lima (Peru): 58 persen

4. New Delhi (India): 58 persen

5. Moscow region (Rusia): 56 persen

6. Istanbul (Turki): 53 persen

7. Jakarta (Indonesia): 53 persen

8. Bangkok (Thailand): 53 persen

9. Mexico City (Meksiko): 52 persen

10. Recife (Brasil): 49 persen

 

Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?