• News

  • Megapolitan

Polisi Tetapkan 10 Tersangka Pencurian Suara dalam Pileg 2019

Ilustrasi Pemilu 2019.
Istimewa
Ilustrasi Pemilu 2019.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Carut marut Pemilu 2019 satu per satu terkuak. Sebanyak 10 orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Jakarta Utara, terbukti melakukan tindak pidana, mencuri suara milik calon legislatif (caleg) dan partai politik, sehingga mereka ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Jakarta Utara.

Para PPK jahat itu merubah angka raihan suara pada saat perhitungan atau rekapitulasi suara di tingkat kecamatan Cilincing, Koja dan Kelapa Gading (Cikoding) atau Dapil Jakarta Utara 2.

Ketua Forum Crisis Center (FCC) M. Faisal mengapresiasi aparat Polres Jakarta Utara yang telah menetapkan sepuluh ketua/anggota PPK kecamatan menjadi tersangka kejahatan pemilu.

"Kami mendukung dan mengapresiasi kinerja aparat Polres Jakarta Utara. FCC mengharapkan para tersangka diseret ke meja hijau sebagai penjahat demokrasi yang telah merugikan para caleg dan parpol," kata Faisal.

Mereka menjadi tersangka atas laporan dari dua pengurus partai politik yakni H Zulkarnaen (Partai Demokrat) dan M.Iqbal (Partai Gerindra).

Sementara pihak Polres Jakarta Utara telah mengirimkan surat penetapan sebagai tersangka perkara hilangnya atau berubahnya berita acara rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara.

"Hal itu merupakan kelalaian dalam perkara ini berupa ditemukannya perbedaan penulisan hasil rekapitulasi  hasil  perolehan suara ditingkat PPK atau dalam dokumen DAA/1 DPRD DKI, yang menimbulkan kerugian bagi para caleg ataupun partai yang suaranya berkurang," kata salah seorang penyidik Polres Jakarta Utara.

Ke-10 orang PPK tersangka itu adalah 1.Idi Amin (ketua PPK cilincing); 2. Khoirur Rizki Attamami (anggota PPK Cilincing); 3. Mohamad Nur (anggota PPK Cilincing); 4. Hidayat (anggota PPK Ciljncing); 5. Ibadurrahman (anggota PPK Cilincing); 6. Alim Sori (Ketua PPK Koja); 7. Dedy Sugiyarto (anggota PPK Koja); 8. Heri Suroyo (anggota PPK Koja); 9.Bahrudin (anggota PPK Koja), Hardiansyah (anggota PPK Koja).

 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Widita Fembrian