• News

  • Megapolitan

Penyelundupan Sabu dan Ekstasi Jaringan Malaysia-Indonesia Digagalkan Aparat Kepolisian

Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan pers di Polda Metro Jaya, Jakarta
Netralnews/Istimewa
Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan pers di Polda Metro Jaya, Jakarta

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Subdit II Psikotropika Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi jaringan Malaysia, Pontianak, Jawa, Bali.

Operasi dilakukan pada Minggu (16/6/2019) sekitar pukul 05.00 WIB di Jl Ahmad Yani, Desa Sei Limau, Kecamatan Sungai Kunyit, Kebupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Aparat berhasil menangkap tiga tersangka berinisial  EB alias Boy, IT alias Lay, dan R alias Yus.

Dari tangan mereka berhasil disita 10 bungkus aluminium foil di dalamnya berisi narkotika jenis sabu-sabu dengan berat lebih dari 10,502 kilogram serta 95 butir ekstasi warna hijau bentuk tengkorak, 300 butir ekstasi warna merah bertulis RR, 6 unit ponsel, 7 unit ponsel, i unit GPS, 1 unit mobil Isuzu Panther, serta 1 unit kapal kayu bernama Sinar Fajar.

Modus operandi  peredaran narkoba dilakukan dengan menggunakan kapal kayu, sementara narkoba dikemas di dalam alumnium foil, kemudian diselundupkan melalui jalur laut dari Malaysia menuju Pontianak, Jawa, dan Bali.

“Pengungkapan jaringan peredaran narkoba tersebut berawal dari informasi bahwa akan ada pengiriman narkoba jenis sabu dari Malaysia menggunakan transportasi laut di daerah Singkawang, Pontianak. Polisi segera bertindak, “ papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Kombes Argo menjelaskan bahwa aparat kemudian melakukan analisa informasi secara saksama. Pada Sabtu (15/6/2019) kapal dari Malaysia yang diduga memuat narkoba akan memasuki wilayah Indonesia.  

Tanggal 16 Juni 2019, tim berkoordinasi dengan Polres Singkawang berhasil memantau keberadaan kapal yang bersandar di dermaga kecil di sungai Muara Raya. Selang beberapa lama, empat laki-laki membawa tas ransel naik mobil Panther yang sudah menunggu lalu bergerak menuju Pontianak.

“Tim segera melakukan pengejaran hingga tersangka dan barang bukti berhasil diamankan. Setelah dilakukan introgasi, diketahui bahwa tersangka adalah suruhan LIM yang diduga adalah WNA Malaysia,” papar Kombes Argo.

Tersangka akan dijerat pasal berlapis terkait narkoba di antaranya pasal 113 Subsider 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkoba dan terancam pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sekurangnya enam tahun.

Editor : Taat Ujianto