• News

  • Megapolitan

Tak Diduga, Ini Upaya Pemrov DKI Copot Spanduk Penolakan Pencari Suaka dari Timur Tengah

Warga Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, memasang spanduk penolakan lokasi penampungan imigran.
foto: wartaterkini.com
Warga Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, memasang spanduk penolakan lokasi penampungan imigran.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemprov DKI berharap tak ada penolakan warga terhadap relokasi pencari suaka dari Timur Tengah. Tak hanya itu, Pemprov juga meminta spanduk penolakan yang dipasang warga di Daan Mogot diturunkan.

Terkait menyikapi penolakan tersebut, Pemprov DKI melalui Kesbangpol DKI akan melakukan pendekatan terhadap warga masyarakat. Kesbangpol DKI meminta lurah dan camat agar berkomunikasi dengan warga penolak.

"Yang paling pasti, pendekatan pak lurah dan camat ke sana. Diinfokan kepada warga yang kira-kira tidak mendukung bahwa ini menjalankan Perpres 125 (Tahun 2016), pemerintah harus bantu pengungsi tersebut," kata Kepala Kesbangpol DKI, Taufan Bakri, Senin (15/7/2019).

Lurah dan camat setempat diminta memberikan penjelasan tentang alasan Pemprov DKI memberikan penampungan sementara.

"Kalau ada yang terganggu, diinformasikan, maaf kenyamanan terganggu sementara karena ada saudara kita mengungsi. Itu akan dapat simpati oleh dunia internasional, bahwa pemerintah pusat dan daerah membantu pengungsi. Itu disorot internasional, satu kali kalau kita ada bencana juga dibantu oleh internasional," ujar Taufan.

Taufan juga yakin warga akan mengerti penjelasan pemerintah. Dengan begitu, diharapkan spanduk penolakan penampungan pencari suaka bisa diturunkan secara sukarela.

"Bantulah pemerintah. (Ini) membantu Anda juga. Saudara Anda yang kesusahan di tempat lain akan dibantu oleh badan internasional. UNHCR kan badan internasional yang meminta bantuan kepada Indonesia. Insyaallah dalam waktu dekat spanduk selesai," tutur Taufan.

Warga Daan Mogot sebelumnya membuat spanduk penolakan terhadap pencari suaka yang saat ini ditampung di Kalideres. Spanduk itu disebar di sepanjang jalan menuju pengungsian pencari suaka itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Taat Ujianto