• News

  • Megapolitan

Bus Terbakar Lagi, DPRD DKI Minta TransJakarta Cukup Jadi Regulator

Bus TransJakarta yang terbakar di Jalan Basuki Rachmat, Jakarta Timur
dok.Sudin PKP
Bus TransJakarta yang terbakar di Jalan Basuki Rachmat, Jakarta Timur

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Peristiwa Bus TransJakarta terbakar kembali terjadi di Jalan Basuki Rachmat, Jakarta Timur (Jaktim). Meski tak ada korban jiwa, namun peristiwa tersebut membuat kalangan DPRD DKI angkat bicara.

Wakil DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik mengatakan agar peristiwa tersebut terjadi kembali, Transjakarta tidak perlu mengurusi pengadaan busway namun hanya sebatas sebagai regulator saja.

"Sebaiknya jadi regulator saja. Agar tidak terjadi nabrak-nabrak. Ada yang punya operator, ada yang punya Transjakarta," kata Taufik kepada wartawan di Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Sebab Taufik beralasan, untuk pengadaan unit busway tidak hanya berkaitan dengan pembelian saja. Namun juga perlu dilakukan perawatan agar tetap layak beroperasi. "Nantinya pembelian busway diserahkan ke operator termasuk perawatannya," ujarnya.

Meski begitu, dia menambahkan semua operator harus taat pada peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan Transjakarta.

"Dengan dipisahkan (regulator dan operator) pengadaan busway ke depannya bisa lebih baik," tandasnya.

Sebelumnya Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan pada peristiwa kebarakan bus Transjakarta tersebut sejumlah penumpang yang berada di dalam berhasil dievakuasi.

"Pelanggan bus Kopaja, termasuk pengemudi dan petugas pelayan bus, telah dievakuasi setelah kendaraan dengan nomor bus KAJ160 rute Kampung Melayu-Pulogebang mengeluarkan asap tebal," terang Agung dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/7/2019) lalu.

Dia juga meminta meminta Kopaja selaku operator bus yang terbakar itu melakukan penyelidikan. Dia memastikan ada sanksi yang bakal diberikan.

"Keselamatan menjadi prioritas dalam pelayanan angkutan publik. Oleh karena itu, bus Kopaja dengan spesifikasi yang sama disetop beroperasi hingga pemeriksaan tuntas demi mencegah peristiwa serupa terulang kembali," jelas Agung.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya