• News

  • Megapolitan

Duga Terlibat Korupsi Berjamaah, ALIPP Adukan Anak Kandung Gubernur Banten ke Bareskrim

Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP), Suhada
foto: bantenhits.com
Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP), Suhada

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) telah mengadukan anak kandung Gubernur Banten Wahidin Halim, M. Fadhelin Akbar ke Bareskrim Polri.

Perwakilan dari ALIPP Suhada mengatakan selain M. Fadhelin Akbar pihaknya juga melaporkan 12 orang lain baik dari pihak swasta dan unsur pemerintah.

Dari pihak swasta yaitu PT Bhinneka Mentaridimensi dan PT Astra Grafia Exprins Indonesia sedangkan dari dari unsur pemerintah yaitu para pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Pengaduan sebanyak 13 orang ini diadukan dengan nomor aduan: Dumas/09/VII/2019/Tipidkor tersebut diduga kuat telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi pembebasan lahan, pengadaan komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dari APBD 2017-2018.

"Tiga dari sembilan titik pembebasan lahan yang kami investigasi itu, ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp12 miliar. Sementara markup komputer itu mencapai Rp8,3 miliar pada 2017 dan Rp1,2 miliar pada 2018," tuturnya, Kamis (25/7/2019).

Suhada berharap pihak Bareskrim Polri menindaklanjuti aduannya tersebut. Pasalnya, dia mengatakan sudah melaporkan hal tersebut kepada KPK sejak Desember 2018, tetapi sampai saat ini perkara itu tidak pernah ada kejelasan atau ditindaklanjuti.

"Kami pernah adukan hal ini juga ke KPK. Seluruh barang bukti sudah kami berikan ke KPK, tapi coba lihat, sampai saat ini aduan kami tidak ada juga perkembangannya," katanya.

Terkait laporan tersebut Suhada menyebutkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan sejumlah barang bukti yang dapat memperkuat laporannya itu ke Penyidik Bareskrim Polri. Barang bukti itu berupa kuitansi, bukti transfer dana yang dikorupsi itu.

"Semua bukti sudah kami sampaikan langsung tadi ke Dit Tipikor Bareskrim," ujarnya.

Dia juga berharap penyelidikan tim penyidik tidak hanya berhenti pada 13 orang terlapor itu, tetapi terus dikembangkan hingga ke Gubernur Banten yang diduga kuat mengetahui peristiwa tindak pidana korupsi itu.

"Memang belum ada keterlibatan langsung kepada dia (Gubernur Banten). Tetapi kita lihat saja nanti dari pengembangan tim penyidik, karena Gubernur Banten kan harusnya mengetahui juga proyek ini," tuturnya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Taat Ujianto