• News

  • Megapolitan

20 Persen Tanah di Jakarta Belum Bersertifikat

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Netralnews/Adiel Manafe)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Netralnews/Adiel Manafe)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menginstruksikan kepada para lurah untuk memetakan dan melaporkan tanah di ibukota yang belum bersertifikat. Ia menambahkan, terdapat lebih dari 20 persen tanah di Jakarta belum bersertifikat.

"Di DKI Jakarta ada 20 persen lebih tanah belum bersertifikat. Jika kita cocokkan mirip dengan jumlah orang-orang yang pendapatannya di bawah UMP," kata Ahok di Kantor Kementeri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2016).

Menurut Ahok, di Jakarta banyak warga dengan pendapatan di bawah UMP dan memiliki aset, namun tidak sanggup membuat sertifikat tanah. Sebab, biaya untuk membuat sertifikat tanah dikenakan lima persen dari nilai aset.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil menjelaskan, warga kurang mampu akan diberikan keringanan dalam pembuatan sertifikat tanah melalui Program Daerah (Proda) Sertifikasi Tanah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Warga kurang mampu cukup membayar Rp300 ribu dan BPN akan memberikan sertifikat," ujarnya.

Editor : Y.C Kurniantoro