• News

  • Megapolitan

Beredar Undangan Munas Bamus Betawi Tandingan, Ini Kata Lulung

Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Abraham Lulung Lunggana.
Nonstop
Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Abraham Lulung Lunggana.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Abraham Lulung Lunggana mengajak seluruh organisasi masyarakat (ormas) Betawi tetap bersatu sebagai organisasi keadatan. Menurutnya, Kepengurusan Bamus Betawi di bawah pimpinannya merupakan keputusan musyawarah tertinggi yang dikuatkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

"Saya tetap mengajak bersatu. Ini kan ditentukan dari musyawarah tertinggi. Dan Bamus Betawi bukan lembaga politik, ini lembaga untuk berhimpun masyarakat Betawi. Kalau ada mubes lagi, berarti dia yang membelah persatuan," kata Lulung di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, jika ada pihak yang tidak terima dengan keputusan musyawarah tertinggi bisa bertarung lagi dalam pemilihan Ketua Bamus Betawi lima tahun ke depan. Terlebih, katanya, Majelis Adat Bamus Betawi telah dikukuhkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Pertanyaannya, apa sih yang mereka cari? Jangan sampai kita terbelah. Malu dong, ini tanah sendiri, kampung sendiri, masa harus terbelah, masa nggak malu (dengan pendatang). Saya mengajak, ayo guyub," kata Lulung.

Dia menduga, adanya Bamus Betawi tandingan disebabkan oleh oknum yang memiliki kepentingan terhadap masyarakat Betawi. Bahkan, dia mendapat laporan ada orang-orang pada Bamus Betawi kubu lainnya yang tidak punya rekam jejak di organisasi Bamus Betawi yang selalu memprovokasi sehingga menyebabkan perpecahan.

"Dia ga mau berkomunikasi, setiap kegiatan kita mengundang mereka. Baik lebaran Betawi, ulang tahun, Bamus, tapi mereka nggak mau," tegasnya.

Rencananya, Kubu Bamus Betawi versi Musyawarah Besar (Mubes) Ancol yang dikomandani H Zainudin MH alias Oding akan dilantik pekan ini. Iding menuturkan, pengurus Bamus Betawi yang dipimpinnya akan segera bersilaturahmi ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajaran Muspida usai pelantikan.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani